Teori Penyimpangan Sosial dan Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

Teori Penyimpangan Sosial dan Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

Manusia hidup dalam sebuah tatanan sosial. Sewaktu menjalani kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, dan bernegara, individu-individu dituntut untuk selalu mematuhi norma & nilai dalam sistem sosial.Jika norma dilanggar, kehidupan bermasyarakat menjadi terganggu. Orang-orang yang melanggar norma atau aturan dapat dikatakan telah melakukan penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang.

Di dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat Perilaku yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku disebut penyimpangan sosial (perilaku menyimpang) Amatilah kenyataan sehari-hari di lingkungan masyarakat sekitar tempat tinggal kalian. Ternyata tidak semua orang bertindak berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlakudalam masyarakat Tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat dinamakan perilaku menyimpang. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang tidak mematuhi norma atau patokan dan nilai yang sudah baku di masyarakat. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation). Pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan ini disebut dengan devian (deviant).

Arti penyimpangan sosial adalah perbuatan yang dilakukan secara sadar namun tidak sesuai dengan norma dan nilai kesusilaan karena melanggar sistem sosial yang dianut oleh mayoritas orang dalam kehidupan sehari-hari. Penyimpangan sosial bergantung dari seberapa besar toleransi masyarakat terhadap sebuah perilaku.

Berikut ini adalah pembahasan tentang perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial yang meliputi Teori-teori Penyimpangan Sosial, teori-teori perilaku menyimpang, pengertian penyimpangan sosial menurut para ahli, pengertian perilaku menyimpang menurut para ahli, teori penyimpangan sosial, teori perilaku menyimpang, definisi penyimpangan sosial menurut para ahli.

Teori-teori Penyimpangan Sosial

Teori-teori yang menguraikan tentang penyebab terjadinya perilaku menyimpang menurut pendapat para ahli sosiologi antara lain:

a. Teori Pergaulan Berbeda (teori differential association) oleh Edwin H. Sutherland

E. H. Sutherland mengemukakan bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Misalnya menjadi pemakai narkoba karena bergaul dengan pecandu narkoba.

b. Teori Labelling (pemberian julukan) oleh Edwin M. Lemert

E. M. Lemert mengemukakan bahwa seseorang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer, tetapi masyarakat kemudian menjuluki sebagai pelaku menyimpang, sehingga pelaku meneruskan perilaku menyimpangnya dengan alasan kepalang basah.

Misalnya seorang yang baru mencuri pertama kali lalu masyarakat menjulukinya sebagai pencuri, meskipun ia sebenarnya sudah tidak lagi mencuri, akibatnya karena selalu dijuluki pencuri, maka ia pun terus melakukan penyimpangannya.

c. Teori Fungsi, oleh Emile Durkheim

Emile Durkheim mengemukakan bahwa tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. 

Ia menegaskan bahwa kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang berwatak jahat pun akan selalu ada. Menurut Emile Durkheim kejahatan diperlukan agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal.

d. Teori Merton, oleh Robert K. Merton

R. K. Merton mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu.
Robert K. Merton
Gambar: Robert K. Merton

Berdasarkan pendapat Robert K. Merton ada 5 (lima) tipe adaptasi yang termasuk penyimpangan sosial, yaitu ritualisme, rebellion, retreatisme, dan inovasi.
  1. Inovasi, yaitu perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat (dengan melakukan tindak kriminal).
  2. Ritualisme, yaitu perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat.
  3. Pengunduran/pengasingan diri (retreatisme), yaitu meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial.
  4. Pemberontakan (rebellion), yaitu penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru.
  5. Konformitas, yaitu perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
Demikian Teori Penyimpangan Sosial dan Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar