Bermacam Gaya Dalam Lompat Tinggi

Jumat, 17 Maret 2017

Bermacam Gaya Dalam Lompat Tinggi

Ambil awalan. Siap-siap. Berlari menuju tiang lompat. Lakukan tolakan dan ... huuuup. Lompati tiang. Mendarat di atas busa. Itulah rangkaian gerakan dalam lompat tinggi. Tetapi, sebelum mempelajari gaya dalam lompat tinggi kita perlu tahu terlebih dahulu peralatan yang digunakan dalam lompat tinggi. Apa saja peralatannya? Alat yang dibutuhkan dalam lompat tinggi adalah tempat mendarat yang terbuat dari karet atau kasur busa.


Peralatan lainnya adalah tiang lompat dan bilah lompat. Ukuran peralatan tersebut dapat dimodifi kasi agar tidak menyulitkan dalam latihan. Misalnya, untuk tiang lompat tingginya 1,5 meter, sedangkan panjang bilah lompat bisa dibuat antara 2,5 hingga 3 meter. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar peralatan lompat tinggi berikut ini!


Gaya dalam Lompat Tinggi
Gaya dalam lompat tinggi ada 3 jenis, yaitu gaya gunting, gaya guling perut, dan gaya flop.

1. Lompat Tinggi Gaya Gunting
Gaya gunting juga disebut dengan gaya estern form. Rangkaian gerakannya sebagai berikut:
  1. Pelompat mengambil awalan dari tengah.
  2. Melompat dengan bertumpu menggunakan kaki yang terdekat dengan mistar. Jika bertumpu dengan kaki kiri, maka pada saat mendarat dengan kaki kiri terlebih dahulu.
  3. Di udara, badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.
2. Lompat Tinggi Gaya Guling Perut atau Gaya Straddle

Rangkaian gerakan dalam lompat tinggi gaya guling perut adalah:
a. Awalan

Gerakan awalan yaitu:
  1. 1) berlari dengan kecepatan yang disesuaikan,
  2. 2) awalan dari samping kira-kira bersudut 30°/40° dengan tiang lompat,
  3. 3) berlari agak serong dari mistar.
b. Tolakan

Gerakan tolakan yaitu:
  1. bertumpu dengan kaki yang terdekat dengan mistar.
  2. sesaat akan bertumpu, badan merebah sedikit atau condong ke belakang,
  3. kaki tumpu menolak ke atas, sehingga lutut lurus dan kedua lengan diayun ke depan atas. kaki yang lain diayunkan dengan kuat, lurus ke depan atas,
c. Sikap badan di atas mistar
Sikap badan di atas mistar yaitu:
  1. tidur telungkup terus ber guling, serta badan dan kepala diturun kan,
  2. pada saat badan mulai turun, lutut segera diluruskan ke belakang.
d. Mendarat
Bila menggunakan tumpuan kaki kiri maka mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan gerakan berguling.
Lompat tinggi gaya guling perut

3. Lompat Tinggi Gaya Flop
Cara melewati mistar dengan gaya ini merupakan kebalikan dari gaya straddle. Lompatan straddle berguling di atas mistar dengan perut menghadap ke bawah (ke arah mistar). Lompatan flop melewati mistar dengan punggung yang menghadap ke bawah. Rangkaian gerakan dasar lompat tinggi gaya fl op yaitu:
a. Awalan
Berbeda dengan straddle, awalan pada fl op arahnya dari depan, tegak lurus menghadap letak mistar. Awalan dari depan menuju tiang sandaran mistar sebelah kanan (bila bertumpu pada kaki kiri). Pada langkah-langkah terakhir mengubah arah serong ke kiri, tidak lagi tegak lurus pada mistar.
b. Tolakan
Gerakan saat menolak yaitu:
  1. jika bertumpu dengan kaki kanan, kaki kanan menumpu dengan kuat,
  2. kaki kiri diangkat dengan lutut ditekuk sambil memutar badan ke arah awalan,
  3. badan membelakangi mistar,
  4. disusul dengan gerakan melintang melewati mistar dengan punggung melengkung.
c. Sikap badan di atas mistar
Sikap badan di atas mistar merupakan gaya dalam lompat tinggi. Sikap badan gaya flop adalah:
  1. kepala paling dulu melewati mistar,
  2. diikuti dengan badan yang telentang,
  3. punggung menghadap mistar.
  4. setelah mencapai titik ketinggian maksimal dan pantat melewati mistar, kedua kaki diayun ke atas untuk dapat melewati mistar seluruhnya.
c. Mendarat
Anggota tubuh yang mendarat terlebih dahulu adalah punggung. Sikap tubuh telentang saat mendarat. Oleh karenanya, gaya lompat tinggi ini hanya mungkin dilakukan di atas busa. Jangan mencoba gaya flop di bak pasir. 


Sumber Artikel: http://www.ipapedia.web.id/2015/04/gaya-dalam-lompat-tinggi.html

0 komentar:

Posting Komentar