Cara Memilih Pengurus Organisasi

Organisasi artinya tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangkai mencapai tujuan. Dalam melakukan kegiatan organisasi, mereka akan saling kerja sama. Kerja sama dilakukan agar tujuan dalam organisasi dapat tercapai. Secara umum, organisasi dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, organisasi pemerintah, misalnya Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Luar Negeri. Kedua, organisasi nonpemerintah, misalnya koperasi, persatuan sepak bola, dan perkumpulan seni musik. Setiap organisasi baik organisasi pemerintah atau organisasi nonpemerintah memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri sebuah organisasi antara lain memiliki tujuan yang jelas, memiliki anggota, memiliki pemimpin dan pengurus, serta mempunyai kegiatan yang pasti

Secara umum, organisasi terdiri atas ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi-seksi. Mereka disebut juga pengurus organisasi. Untuk mewujudkan tujuan organisasi, maka setiap pengurus akan mendapatkan tugas. Setiap pengurus memiliki tugas yang berbeda-beda. Mereka membagi tugas agar pekerjaan dalam organisasi itu dapat diselesaikan dengan baik. Berikut ini pembagian tugas setiap pengurus organisasi.

a. Ketua

Ketua adalah seorang pemimpin organisasi. Tugas ketua antara lain:
1) mengurus organisasi,
2) memimpin rapat organisasi,
3) menandatangani surat, dan
4) bertanggung jawab ke dalam dan keluar organisasi.
b. Sekretaris

Sekretaris adalah pengurus organisasi yang diserahi pekerjaan surat-menyurat. Tugas sekretaris antara lain:
1) membuat surat-surat yang diperlukan,
2) mencatat surat yang keluar dan surat yang masuk, dan
3) membuat agenda kegiatan.
c. Bendahara
Bendahara adalah pengurus keuangan dalam sebuah organisasi.
Tugas bendahara antara lain:
1) mengurusi keuangan organisasi,
2) membuat laporan tertulis tentang keuangan organisasi, dan
3) mencatat pemasukan dan pengeluaran uang.
d. Seksi-seksi
Seksi-seksi merupakan bagian dari organisasi yang bertugas mengurus urusan tertentu. Ada beberapa macam seksi, misalnya seksi keamanan, seksi kebersihan, dan seksi hubungan masyarakat. Setiap seksi bertanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing. 

Setiap pengurus organisasi harus melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Apabila tidak, maka tujuan sebuah organisasi tidak akan tercapai. Sesama pengurus organisasi juga harus saling bekerja sama.
Pengurus dalam sebuah organisasi dipilih oleh anggotanya. Pemilihan pengurus dalam sebuah organisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya melalui penunjukan langsung dan melalui pemilihan. Pemilihan pengurus melalui penunjukan langsung disebut juga aklamasi. Pemilihan secara aklamasi bisa dilaksanakan di lingkungan masyarakat, misalnya dalam memilih ketua RT. Pada pemilihan pengurus organisasi secara aklamasi, anggota menentukan salah satu di antara mereka menjadi ketua. Para anggota yang lain biasanya setuju dengan penunjukan tersebut. Kemudian ketua yang terpilih membentuk penguruspengurus lain yang diperlukan.

Cara yang kedua dalam memilih pengurus organisasi adalah melalui pemilihan. Kita sering melihat cara pemilihan yang seperti ini. Bahkan kita juga sudah pernah mengalaminya. Dalam pemilihan ketua kelas misalnya, biasanya ada dua atau tiga siswa yang menjadi calon. Sebelum diadakan pemilihan, calon ketua kelas akan menyampaikan program-program atau biasa disebut kampanye. Semua anggota kelas mempunyai hak untuk menentukan pilihannya. Hak mereka untuk memilih disebut juga hak suara. Setiap anggota kelas memiliki satu hak suara. Mereka dapat memberikan
hak suara tersebut kepada calon yang dipercayainya. Calon ketua kelas dinyatakan menang apabila memperoleh suara terbanyak atau mencapai 50% + 1 dari jumlah suara yang sah.


Sumber Artikel: http://www.ipapedia.web.id/2015/04/cara-memilih-pengurus-organisasi.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Memilih Pengurus Organisasi"

Posting Komentar