Jalur Masuknya Islam di Indonesia

Jalur Masuknya Islam di Indonesia

Banyak yang berpendapat bahwa perdagangan merupakan sarana paling penting dalam dakwah Islam di bumi Nusantara. Akan tetapi, selain melalui jalur perdagangan, masih ada jalur yang tidak boleh dipandang sebelah mata, yaitu jalur pendidikan/ pengajaran dan hubungan sosial. Seluruh jalur tersebut dilakukan secara damai oleh para pendakwah sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. (Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus Af. 2006: halaman 78) 

a. Islam Masuk Melalui Perdagangan 


Meskipun para sejarawan berbeda pendapat tentang asal para pendakwah Islam di Nusantara, tetapi semua sepakat bahwa dakwah Islam berkembang melalui bidang perdagangan. Tanah air kita merupakan kawasan yang sangat strategis dalam perdagangan. Pelabuhan yang berdiri di sekitar kepulauan Indonesia, menjadi tempat pilihan utama bagi para pedagang Arab, Gujarat, dan negeri lain, sebagai transit untuk melanjutkan perdagangan ke Cina. 
Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa pelabuhan di sekitar Sumatra menjadi bandar perdagangan yang sangat ramai. Tidak sedikit pedagang dari berbagai negeri melakukan kegiatan perdagangannya di negeri kita. Di antara mereka adalah para pedagang muslim. Mereka mengadakan transaksi jual beli dan mengumpulkan barang dagangannya untuk dibawa kembali ke negeri asalnya. Dengan demikian, para pedagang muslim umumnya tidak sekadar singgah sesaat, tetapi menetap berhari-hari. Dalam proses berdagang ini dakwah Islam kemudian disampaikan. 

Di tengah penduduk yang sebelumnya penganut agama Hindu dan kepercayaan kuno, para pedagang muslim merasa terdorong untuk mengenalkan ajaran-ajaran Islam. Ajakan dakwah Islam pun diterima para pedagang lokal di tanah air. Mereka pada umumnya adalah para bangsawan ataupun pejabat kerajaan yang banyak terlibat dalam perdagangan. Selanjutnya, karena para bangsawan dan pejabat kerajaan merupakan orang-orang yang terpandang, dengan sendirinya banyak masyarakat yang mengikuti dan menyatakan diri turut memeluk agama tersebut.


b. Islam Masuk Melalui Pendidikan 
Seiring dengan berlangsungnya penyiaran agama Islam sehingga diterima masyarakat luas, dakwah Islam melalui pendidikan sangat diperlukan. Awal mulanya para mubalig yang hendak menyampaikan dakwah berasal dari daerah yang lebih dahulu masuk Islam. Mereka menuju tanah air sengaja untuk melakukan dakwah. Akan tetapi, tidak lama setelah Islam diterima, banyak masyarakat kita yang pergi menuju pusat penyiaran agama Islam. Misalnya di Kota Mekah dan Madinah. 

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, kapal-kapal dan ekspedisi dari Aceh terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke-16. Bahkan, pada tahun 974 Hijriah atau tahun 1566 Masehi, dilaporkan terdapat lima kapal dari kerajaan Aceh yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah. Di sana utusan dari kerajaan Aceh tersebut akan menuntut ilmu agama Islam untuk didakwahkan kepada masyarakat di tanah air. Para ulama yang belajar di Timur Tengah ini kemudian mengembangkan keilmuannya di pesantrenpesantren. Di pesantren ini masyarakat luas dapat mempelajari ilmu keislaman. 


Sumber Artikel: http://www.ipapedia.web.id/2015/08/jalur-masuknya-islam-di-indonesia.html

0 komentar:

Posting Komentar