Makna Beriman kepada Malaikat

Makna Beriman kepada Malaikat

Kematian adalah salah satu siklus hidup manusia yang telah Allah tentukan bagi setiap yang bernyawa. Satu hal penting yang perlu kita cermati adalah bagaimana kematian terjadi. Jika kita mau merenungkan secara mendalam, ternyata peristiwa di atas tidak terjadi begitu saja, tetapi ”melibatkan” peran malaikat. Malaikat hadir sebagai utusan Allah kepada manusia dan kepada makhluk bernyawa yang telah tiba masa kematiannya. Inilah salah satu peran malaikat. Apa dan bagaimanakah peran malaikat dalam kehidupan dunia ini?

1. Pengertian Iman kepada Malaikat

Iman kepada malaikat berarti mengimani atau meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan dan mengutus malaikat untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah Swt. Mengimani malaikat merupakan salah satu dari rukun iman.

Dalil tentang iman kepada malaikat sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah saw. tentang pengertian iman, seperti dikisahkan oleh Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah telah bersabda yang artinya, ”Iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk.” Dari hadis tersebut, iman kepada malaikat merupakan salah satu rukun keimanan kita. Dengan demikian, iman kepada malaikat merupakan hal penting yang harus kita hayati. Penghayatan tersebut muncul dalam bentuk keimanan kepada malaikat dengan sepenuh hati sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah Swt. dan dicontohkan Rasulullah saw. Dalam mengimaninya, juga harus disertai dengan mengimani rukun-rukun iman yang lain. Keimanan kepada malaikat harus dilakukan secara terpadu, yaitu dengan meyakini sepenuh hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikannya dengan sikap dan amal yang benar dalam menjalani hidup sehari-hari.

Beriman kepada malaikat mengandung empat unsur sebagai berikut.

  1. Beriman terhadap keberadaan mereka dengan meyakini bahwa wujud malaikat benarbenar ada. Dasar keyakinan tersebut karena telah dinyatakan oleh Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
  2. Beriman kepada nama-nama malaikat yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sunah. Ada sepuluh malaikat yang harus kita imani dan ketahui.
  3. Beriman terhadap sifat-sifat malaikat yang akan dijelaskan. Meskipun sifatnya berbeda dengan manusia, kita harus meyakini bahwa mereka juga sesama makhluk Allah.
  4. Beriman terhadap tugas-tugas malaikat sebagaimana yang akan dijelaskan dengan keyakinan bahwa mereka menjalankannya tanpa rasa lelah dan bosan.

2. Ayat-Ayat tentang Malaikat

Allah dan rasul-Nya memberikan banyak keterangan tentang malaikat. Keterangan tersebut tersebar dalam banyak ayat dan hadis. Salah satunya ada pada Q.S. Fa-t.ir [35]: 1 yang artinya Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat . . . . 

Ayat di atas menyebutkan satu sifat malaikat yaitu memiliki sayap. Sebagian malaikat memiliki dua sayap, tiga, hingga empat sayap. Bahkan ada pula malaikat yang memiliki beribu-ribu pasang sayap. Diantara malaikat yang memiliki beribu sayap adalah Malaikat Izrail. Sebagai mukmin, kita wajib meyakini keterangan tersebut tanpa perlu mempermasalahkan bentuk dan rupa sayap tersebut. Sebagian ulama menafsirkan sayap tersebut memang berujud sayap seperti yang kita pahami ada pada burung. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa sayap malaikat merupakan kiasan kemampuan mereka untuk terbang. Semakin banyak jumlah sayap, semakin besar pula kemampuan malaikat bersangkutan untuk terbang. Adapun hakikat sayap malaikat tersebut merupakan rahasia Allah yang Maha Mengetahui.

Selain ayat di atas terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang malaikat dalam Al-Qur’an. Di antaranya sebagai berikut.
  1. Al-Baqarah (2): 177 dan 285;
  2. Ali ‘Imran (3): 39, 42, 124, dan 125;
  3. An-Nisa’ (4): 97 dan 172;
  4. Al-Anfa - l (8): 9 dan 12;
  5. Al-Hijr (15): 8;
  6. Asy-Syura (42): 5;
  7. At-Tahrim: 4 dan 6 (66);
  8. Al-Ma‘arij (70): 4;
  9. Al-Ahzab (33): 56; dan
  10. 1Al-Anbiya’ (21): 19–20.

Malaikat Bukan Anak Perempuan Allah

Orang-orang musyrik beranggapan bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Pada sisi yang lain, mereka tidak senang dengan anak-anak perempuan. Pemahaman demikian tentu bertentangan dengan ajaran tauhid karena Allah dianggapnya memiliki anak. Malaikat adalah sesama makhluk Allah yang diciptakan untuk menjalankan tugas-tugas tertentu.

Tentang anggapan kaum musyrik bahwa malaikat merupakan anak perempuan Allah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah az-Zukhruf [43] ayat 19 yang artinya, ”Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.” Keyakinan keliru sebagaimana dijelaskan di atas ternyata masih memengaruhi akal dan hati banyak orang. Kita sering menyaksikan, beberapa orang yang menyerupakan malaikat dengan perempuan-perempuan berkostum putih. Misalnya dengan membuat patung atau gambar malaikat yang berwujud anak-anak perempuan dan wanita-wanita cantik yang memiliki sayap. Pemahaman demikian sangat berbahaya karena dapat merusak iman.


Sumber Artikel: http://www.ipapedia.web.id/2015/08/makna-beriman-kepada-malaikat.html

0 komentar:

Posting Komentar