Perbedaan antara Jalan Cepat dan Lari

Jumat, 17 Maret 2017

Perbedaan antara Jalan Cepat dan Lari

Jalan Cepat--pertama kali diadakan pada tahun 1912, dan sejak 1956 dipertandingkan dalam olimpiade. Tetapi pada olimpiade tahun 1980 di Mokswa, jalan cepat 50 km dicantumkan dalam nomor perlombaan. Belakangan ini perlombaan jalan cepat mulai banyak penggemarnya dan dibicarakan. Dalam olimpiade modern perlombaan jalan cepat 20 km, dan 50 km telah lama menjadi nomor yang selalu diperlombakan. Di Indonesia sendiri perlombaan jalan cepat menjadi nomor yang diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun 1978. Jarak yang diperlombakan ialah untuk wanita: 5 km dan 10 km, dan untuk pria: 10 km dan 20 km.

Jalan cepat adalah suatu nomor atletik yang harus dilakukan dengan segala kesungguhan. Secara awam gerakan jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti karena pada prinsipnya baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan badan ke depan dengan langkah-langkah kaki. Akan tetapi, kalau kita menilik dari pengertiannya, bahwa berlari adalah melangkah dengan kecepaatn tinggi dan ada saat dimana kedua kaki tidak melakukan kontak dengan tanah atau melayang. Ini berarti walaupun secara awam antara lari dan jalan tidak ada perbedaan yang berarti, tetap saja tidak dapat kita samakan antara keduanya. Perbedaan jalan cepat dan lari adalah; pada gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang kontak dengan tanah. Ini artinya, setiap saat, salah satu kaki selalu kontak tanah. Sedangkan dalam gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Artinya, pada saat tertentu kedua kaki lepas atau tidak menyetuh/menginjak tanah. 

Pelaksanaan perlombaan jalan cepat itu diawali dengan adanya pemberangkatan (start) dan diakhiri dengan melewati garis finish, maka untuk teknik jalan cepat ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu : teknik start, teknik jalan cepat, dan teknik melewati garis finish.
a. Start

Untuk start pada perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri. Karena start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan maka tidak ada teknik khusus yang harus dipelajari atau dilatih. 

b. Teknik Jalan Cepat

Untuk teknik jalan cepat, ada prinsip dasar yang harus diperhatikan, diantaranya;

1) Langkah

Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan, lutut terlipat, tungkai badan bergantung ke depan, karena ayunan paha ke depan tungkai bawah ikut terayun ke depan, lutut menjadi lurus, kemudian menapak ke tumit terlebih dahulu menyentuh tanah; bersamaan dengan ayunan kaki tersebut kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah berganti menjadi kaki ayun.

2) Kecondongan badan sedikit ke depan dengan ayunan lengan. 
Siku dilipat lebih kurang 90 derajat, ayunan lengan arahnya lebih masuk, gerakan lengan seirama dengan langkah kaki.

c. Finish
Seperti halnya ketika start, saat finish-pun tidak ada teknik khusus untuk ini. Umumnya jalan terus hingga melewati garis finish, baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah- langkah yang tidak sampai terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki lain harus nampak jelas pada gerak panggul.

Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat pada Lintasan Lurus

Cara melakukan jalan cepat pada lintasan lurus adalah sebagai berikut.
  1. Berjalan sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti sebuah garis lurus.
  2. Menjaga agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi pengurangan jangkauan langkah ataupun kecepatan.
  3. Berkonsentrasi pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan menancapkan tumit pada tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki yang lain, kemudian perhatikan kedua kaki.
  4. Seperti Pembelajaran 3) tetapi berkonsentrasi pada kaki pendorong.
  5. Lakukan pembelajaran di atas berulang kali, pertama dengan satu kaki kemudian dengan kedua belah kaki.
  6. dengan langkah terkontrol, lakukan langkah-langkah percepatan dan perubahan-perubahan irama jalan, pada jarak- jarak yang pendek.
Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat pada Tikungan

Cara melakukan jalan cepat pada tikungan adalah sebagai berikut :
  1. Badan dan kepala diusahakan tetap vertikal, lengan bengkok pada siku dengan sudut ±90ยบ.
  2. Kaki belakang setelah melakukan dorongan dengan sempurna, bergerak maju ke depan, bengkok dan ujung jari kaki dekat dengan tanah.
  3. Kaki depan ditarik ke belakang dan diluruskan sampai mencapai penarikan dan dorongan.
  4. Kaki-kaki bergerak pada satu garis dalam arah jalan cepat dan titik pusat gravitasi menempuh jalur yang sama.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari dan Diutamakan dalam Jalan Cepat

a. Hal-Hal yang Perlu Dihindari dalam Jalan Cepat
  1. Kehilangan hubungan/kontak dengan tanah (terlepas dari permukaan tanah dan ada saat melayang).
  2. Kecondongan badan terlalu ke depan atau tertinggal di belakang.
  3. Menarik atau menurunkan titik pusat gravitasi badan.
  4. Mendorong titik gravitasi menurut jalur yang zig-zag.
  5. Langkah terlalu pendek.
b. Hal-Hal yang Perlu Diutamakan dalam Jalan Cepat
  1. Pelihara lutut tetap lurus pada saat/fase menumpu.
  2. Perkuatlah otot-otot belakang/punggung dan otot-otot daerah perut.
  3. Cegahlah badan dan lengan diangkat terlalu tinggi.
  4. Gerakkan kaki pada/di atas garis lurus.
  5. Lakukan daya dorong yang penuh, gunakan gerak lengan yang mudah dan gerakan yang baik dari pinggang


Sumber Artikel: http://www.ipapedia.web.id/2015/10/perbedaan-antara-jalan-cepat-dan-lari.html

0 komentar:

Posting Komentar