Taktik dan Strategi dalam Permainan Softball

Taktik dan Strategi dalam Permainan Softball

Permainan softall dimainkan di lapangan oleh dua regu atau yang saling berhadapan. Permainan ini diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat) dan dimainkan pertama kali di Chicago. Peraturan permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan pada tahun 1916 diperbaiki oleh Matthew. Tujuan permainan softball adalah mencetak angka sebanyak mungkin dan mematikan lawan supaya tidak mendapatkan poin. Oleh karena itu, permainan softball diperlukan taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan. Sebelum kita masuk ke bahasan tentang taktik dan setrategi dalam permainan softball, terlebih dahulu saya akan membahas tentang peraturan dan cara bermain softball. 

1. Lapangan
Yang pertama adalah lapangan. Lapangan softball berbentuk segi empat, panjang setiap sisinya 16,76 m. Ukuran lapangan softball adalah sebagai berikut.
  • Panjang setiap sisinya 16,76 m.
  • Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 m.
  • Tempat pelempar berdiri (pitcher plate), berukuran ± 60 × 15 m.
  • Permainan softball mempunyai tiga tempat hinggap pelari yang disebut base. Base terdiri atas base I, II, dan III, sedang base IV langsung dilewati. Base IV merupakan tempat untuk memukul (home base). Setiap base terbuat dari karet atau kanvas yang merupakan bantalan, dengan ukuran masingmasing base 38 × 38 cm dan tebal 5-12,5 cm, kecuali home base berukuran 42,5 × 21,5/22 cm sisi puncaknya berukuran 30 cm.
  • Perpanjangan garis dari home base ke base I dan II disebut garis batas/ sektor, gunanya untuk menentukan bola itu jatuhnya di dalam atau di luar garis batas.
2. Perlengkapan 

Perlengkapan untuk para penjaga, antara lain:
  1. Pemain penjaga memakai glove (semacam sarung tangan) yang terbuat dari kulit agak tebal, berukuran 38 × 38 cm dan beratnya 283 gram. Untuk penjaga belakang atau Catcher, selain memakai glove juga mengenakan pelindung muka atau kepala yang disebut masker/face mark dan pelindung badan yang disebut body protector.
  2. Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
  3. Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB PERBASASI yang panjangnya tidak lebih dari 40 cm.
 a. Cara-cara Bermain Softball1. Peraturan permainan
Peraturan permainan softball yaitu:

Jumlah pemain dalam satu regu terdiri atas 9 orang.
Pertandingan dipimpin oleh wasit, di setiap base ditempatkan seorang pembantu wasit (umpire) yang disebut base umpire.
Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning. Adapun yang dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali giliran memukul dan sekali giliran menjaga.
2. Permainan
  1. Untuk menentukan siapa yang menjadi regu penjaga (home team/HT) dan siapa regu pemukul (visiting team/VT) harus dilakukan undian (toss) dengan uang logam.
  2. Permainan dilakukan sebanyak tujuh inning. Untuk pertandingan antarsekolah dapat dibatasi dengan waktu 1½ jam, tetapi dengan catatan sesudah mencapai 5 inning penuh (perjanjian setempat).
  3. Apabila suatu regu tidak datang di lapangan pada waktu bertanding, regu tersebut dinyatakan kalah, dan regu yang menang dapat nilai 7- 0.
  4. Nilai tidak dihitung jika terjadinya bersamaan dengan terjadinya out yang ke-3 di first base atau di katuk di tempat lain (sebelum mencapai base).
3. Pitching
  1. Pitcher harus berdiri di pitcher's plate atau kedua kaki cukup menyentuh plate dengan tumit ujung kaki.
  2. Pitcher harus menghadap ke batter.
  3. Pitcher harus memegang bola jika akan melakukan pitching dan harus di depan badan.
  4. Pada waktu melakukan pitching, pitcher hanya boleh melangkah satu langkah ke depan/ke arah batter dan gerakan harus simultan.
  5. Putaran lengan hanya satu kali (ke belakang).
  6. Pitcher hanya boleh menahan bola selama 30 detik.
  7. Antarkotak bola dengan glove paling cepat 2 glove.
  8. Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut di atas oleh pitcher, dinyatakan ilegal pitch (tidak sah),
  9. Jika terjadi ilegal pitch, bola dinyatakan mati, pelari dari base maju satu base, pemukul (batter) memperoleh tambahan bola.
4. Batting

Pemukul harus berdiri di dalam batter's box, sebab jika salah satu kaki keluar dari batter's box pada waktu pemukul bola dan kena, baik fair ball maupun foul ball, maka dinyatakan mati (out).
Pemukul harus sesuai urutan pemukul atau harus sesuai dengan daftar pemain yang ada di panitia.
Apabila terjadi out ke-3 (mati ke-3) pada waktu seorang batter belum menyelesaikan gilirannya maka dia akan menjadi pemukul pertama pada inning berikutnya.

5. Strike
Strike dinyatakan kepada batter, apabila:
  1. Pemukul berhasil atau tidak berhasil memukul bola dari pitcher yang masuk strike zone maupun yang tidak termasuk strike zone; apabila hal itu terjadi pada strike III dan ditangkap catcher, batter, dinyatakan out. Atau jika kurang dari 2 out, bola dilepaskan oleh catcher dan first base ada pelari, batter dinyatakan out.
  2. Foul tape yang ditangkap catcher.
  3. Foul ball yang terjadi sebelum pukulan ke-3 dan tidak tertangkap oleh fielder (penjaga).
  4. Bola dari pitcher yang dipukul oleh batter tetapi tidak kena.
6. Sliding
Sliding, yaitu berhenti pada suatu base sambil mengerem dengan cara menjatuhkan badan ke muka atau ke belakang agar sukar di-tick.

7. Mematikan lawan (men-tick)
Pelaksanaannya:
  1. Tick sebelum pelari sampai di base (bola tidak boleh dilepas oleh penjaga).
  2. Jika seorang berlari menuju suatu base maka cukup membakar atau menginjak base yang akan dituju pelari.
  3. Regu pemukul dinyatakan tiga kali mati, maka diadakan pertukaran posisi jaga
8. Cara mendapatkan angka
Pelaksanaannya:
  1. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali melampaui home base mendapatkan nilai 1 (satu), pemain tetap ada di base (tidak keluar).
  2. Bola dipukul melambung, langsung dinyatakan mati serta pelari lain harus kembali ke base yang semula ditempati agar tidak dibakar basenya, pelari yang kembali dapat di-tick.
  3. Home run, terjadi apabila bola yang dipukul tidak dapat ditangkap, dengan nilai 2.
b. Pola Penyerangan dalam Permainan Softball
Taktik dalam penyerangan softball adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang mendapatkan giliran memukul, secara individu atau kelompok untuk menyerang lawan dan berusaha memperoleh nilai dan kemenangan dalam pertandingan. Taktik penyerangan yang sering dipergunakan dalam permainan softball adalah sebagai berikut:

1) Pukulan Tanpa Ayunan (bunt)
Pukulan tanpa ayunan adalah usaha pemukul melakukan pukulan ke arah base pertama, pitcher atau base ketiga dengan tujuan untuk membantu pelari menuju base di depannya.

2) Pukul dan lari 
Pukul dan lari adalah siasat yang dilakukan oleh pemukul untuk membantu agar pelari dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat. Taktik ini dilakukan apabila ada pelari di base 1 atau 2. Keuntungan pukul lari adalah memungkinkan tidak terjadinya out sehingga dapat membantu mencapai base di depannya. Taktik pukul dan lari dapat dipergunakan dalam situasi unggul 1 angka dan sebelum terjadi 2 out. Pukul dan lari dikatakan berhasil jika dapat menyelamatkan pelari dari base 1 mencapai base 3.

3) Mencuri base
Mencuri base adalah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola oleh pitcher. Mencuri base dapat dilakukan oleh:
  • Satu orang pelari yang melakukan mencuri base, dari satu base ke base berikutnya sewaktu pitcher melakukan pitching.
  • Dua pelari pada dua base melakukan mencuri base, misalnya seorang pada base 1, yang lain pada base 3, atau masingmasing pada base 2 dan 3.
4) Pukulan Melayang
Taktik ini sangat tepat dilakukan pada saat permainan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi 2 mati atauselisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain di base 3, atau base 2 dan base 1. Pukulan melayang harus dilakukan oleh seorang pemukul yang baik, karena harus memukul bola melampung ke arah outfield. Bola dipukul jauh dan melambung ke arah outfielder, pelari pada base bersiap meninggalkan base. Jika kemungkinan bola tidak tertangkap oleh fielder, pelari dapat langsung menuju base di depan home. Akan tetapi, jika diperkirakan bola dapat ditangkap oleh outfielder, pelari siap berada di base, bersamaan dengan bola menyentuh glove penjaga, langsung lari secepatnya mencapai base di depannya.

Nah, aktifitas berikut dapat dilakukan untuk menganalisis taktik dan strategi penyerangan dalam permainan softball.
  1. Buat kelompok beranggotakan 9 orang, kemudian tentukan 2 orang sebagai penyerang, 7 orang sebagai bertahan,
  2. Buatlah lapangan dengan ukuran 7 x 7 meter dengan 2 base.
  3. Pemain penyerang berusaha berlari ke base 1, base 2, dan kembali ke home base setelah memukul.
  4. Lakukan pergantian peran penyerang dan bertahan untuk memberikan kesempatan pada semuanya. Perhatikan gambar;


c. Pola Pertahanan dalam Permainan Softball
Pada dasarnya taktik dan strategi pertahanan permainan softball adalah siasat atau usaha dari regu penjaga lapangan untuk bertahan mematahkan atau menangkis serangan lawan, dengan jalan mematikan pelari atau pemukul, agar tidak maju ke base di depannya atau mendapatkan nilai. Dalam permainan softball, khususnya regu bertahan, pemain-pemainnya dibagi dalam 2 kelompok besar sesuai dengan daerahnya masing-masing, yaitu: Infielder di daerah infield (daerah bujur sangkar yang dibatasi oleh garis-garis penghubung antara home base ke first base, second base, third base dan kembali ke home base) dan outfielder di daerah outfield (daerah yang dibatasi oleh garis-garis perpanjangan dari home base ke first base dan dari home base ke third base dan pagar belakang). Pada permainan softball ada dua macam taktik dan strategi pertahanan, yaitu: pertahanan infield dan outfield. Secara keseluruhan sistem pertahanan ini dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:

1) Sistem pertahanan pendek (Close system atau biasa disebut C-position), digunakan bila ada pelari di base ke III yang menentukan kemenangan atau keadaan sama/draw (tie game) dan dalam keadaan kurang dari dua mati (out).

2) Sistem pertahanan medium (Medium system atau M-position), merupakan posisi agak lebih aman, terutama jika menghadapi lawan yang suka melakukan pukulan pendek (bunting) dan untuk mencegah pelari di base tidak dapat maju ke base berikutnya atau digunakan untuk melakukan double play artinya mematikan 2 pelari sekaligus dalam waktu dan moment yang bersamaan dan berurutan. Misalnya ada pelari di base I dan hendak menuju ke base II sementara temannya memukul. Jika bolanya (hasil pukulan) dapat dikuasai oleh pemain lapangan, dengan cepat bola tersebut dilemparkan kearah base II untuk mematikan pelari dari base I kemudian sekaligus mematikan pelari yang menuju ke base I. Inilah yang dimaksudkan dengan double play. 

3) Sistem pertahanan jauh/dalam (Deep system atau D-position), untuk menghadapi situasi tanpa/tidak ada pelari satupun di base sedangkan pemukulnya adalah pemukul jauh dan akurat (slugger), atau biasa juga untuk menghadapi bila ada pelari di base II dan III dalam keadaan 2 mati (out), sehingga kemungkinan lawan untuk mendapatkan nilai sangat kecil atau sebaliknya besar kemungkinan bagi regu lapangan untuk mematikan lawan. Sebab dalam keadaan seperti ini pihak lawan ada kecenderungan untuk memukul bola sejauh mungkin. 

d. Merancang taktik dan strategi penyerangan dalam permainan Softball yang sederhana.
Agar dapat merancang taktik dan strategi penyerangan dalam permainan Softball secara sederhana, kita dapat melakukan kegiatan berikut;
  1. Buat kelompok masing-masing 10 orang, kemudian tentukan kelompok bertahan dan penyerang masing-masing 5 orang,
  2. Buat lapangan dengan ukuran 9 x 9 meter dengan 3 base.
  3. Kelompok penyerang berusaha untuk merancang terlebih dahulu taktik dan strategi penyerangan dengan baik.
  4. Lakukan permainan dengan aturan, jika terjadi 3 kali mati pada kelompok penyerang, maka kelompok bertahan berganti menjadi kelompok penyerang. Begitu seterusnya sampai permainan dilakukan sebanyak 3 ining.
  5. Kelompok yang berhasil mendapatkan nilai terbanyak adalah pemenangnya. Jangan lupa lakukan aktivitas tersebut dengan sungguh-sungguh sambil menerapkan nilai sportivitas, kerjasama, toleransi, dan disiplin.
Perhatikan gambar;

Ingatlah bahwa kelompok yang dapat memenangkan permainan merupakan kelompok yang merancang taktik dan strategi penyerangan yang baik. Semakin banyak suatu tim mendapatkan nilai, menandakan semakin baik taktik penyerangan yang dilakukan. Dan dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa permainan softball dimainkan di lapangan oleh dua regu atau yang saling berhadapan. Tujuan permainan softball adalah mencetak angka sebanyak mungkin dan mematikan lawan supaya tidak mendapatkan poin. Oleh karena itu, permainan softball diperlukan taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan. Berbagai taktik dan strategi permainan softball perlu untuk dianalisis, dirancang, dan dievaluasi. Terdapat pola penyerangan dan pertahanan dalam permainan softball. Pola penyerangan antara lain: Pukulan tanpa ayunan (sacrifire bunt), Pukul dan lari (hit and run), Mencuri base (the steal), Pukulan melayang (sacrifice fly). Sedangkan pola pertahanan antara lain: Sistem pertahanan pendek (close system atau disingkat C-system), Sistem pertahanan medium (medium system atau disingkat M-system), Sistem pertahanan jauh/dalam (deep system atau disingkat D-system).


Sumber Artikel: http://www.ipapedia.web.id/2016/01/taktik-dan-strategi-dalam-permainan-softball.html

0 komentar:

Posting Komentar