Minggu, 23 April 2017

Bunyi Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 Dan Sejarahnya

Isi teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 terdiri dari tiga bagian yang tiap bagiannya mengandung sepenggal kalimat. Berkas bersejarah itu kini masih tersimpan di salah satu bagian di Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah penting bangsa ini di era pergerakan nasional. Ikrar yang diucapkan menegaskan bagaimana pemuda dan pemudi bangsa ini miliki cita-cita untuk menegakan berdirinya negara Indonesia.

Sumpah Pemuda sendiri merupakan keputusan dari Konggres Pemuda yang diadakan pada 27 hingga 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Sedangkan keputusannya sendiri menegaskan adanya sebuah cita-cita akan tanah air, bangsa, dan bahasa.

Berikut ini merupakan pembahasan tentang sumpah pemuda yang meliputi kelahiran sumpah pemuda, sumpah pemuda 1928, kongres pemuda 1, isi ikrar sumpah pemuda, isi sumpah pemuda, hari sumpah pemuda, bunyi sumpah pemuda, sejarah sumpah pemuda, teks sumpah pemuda, isi teks sumpah pemuda, tokoh sumpah pemuda, isi sumpah pemuda 28 oktober 1928.

Kelahiran Sumpah Pemuda

Sejak dirintisnya organisasi yang bersifat nasional Budi Utomo, pemuda juga tergugah untuk membentuk organisasi-oganisasi yang memperjuangakan nasib bangsanya. Semula di Indonesia terdapat macam-macam organisasi pemuda yang pada awal kemunculannya dapat dibedakan menjadi tiga macam:

1) Bersifat kedaerahan

Tumbuhnya organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan ditandai dengan berdirinya organisasi Tri Koro Dharmo. Organisasi ini berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta. Pendirinya seorang mahasiswa kedokteran bernama Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, Sunardi, dan beberapa pemuda lainnya.

Pada tahun 1918 namanya diubah menjadi Jong Java. Kemudian disusul berdirinya organisasi-organisasi pemuda yang lain yang bersifat kedaerahan. Antara lain Jong Sumantra Bond, Jong Selebes, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Batak, dan Sekar Rukun (Pasundan).

Berdirinya organisasi-organisasi pemuda kedaerahan ini merupakan tanda-tanda tumbuhnya kesadaran berorganisasi yang pada akhirnya menumbuhkan kesadaran nasional.

2) Bersifat nasional

Tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan pemuda ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pemuda yang bersifat nasional, antara lain Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan Pemuda Indonesia.

3) Bersifat keagamaan

Organisasi-organisasi pemuda yang bersifat keagamaan, antara lain Jon Islami Bond, Anshor Nahdatul Ulama, Pemuda Muhammadiyah, Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katholik.

Pemuda-pemuda tersebut termotivasi oleh keinginan untuk bersatu dan kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia akan tercapai hanya dengan persatuan.
Wisma Indonesia, tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928. Wisma Indonesia terletak di Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.
Gambar: Wisma Indonesia, tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928. Wisma Indonesia terletak di Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.

Untuk menggabungkan semua organisasi kedaerahan menjadi satu kesatuan, mereka mengadakan Kongres Pemuda Indonesia. Selama zaman penjajahan Belanda, Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan tiga kali:

1) Kongres Pemuda Indonesia I, berlangsung di Jakarta pada tahun 1926

Pada Kongres Pemuda Indonesia I yang berlangsung tanggal 30 April – 2 Mei tahun 1926 di Jakarta telah diikuti oleh semua organisasi pemuda.

Namun, Kongres Pemuda Indonesia I belum dapat menghasilkan keputusan yang mewujudkan persatuan seluruh pemuda. Kongres Pemuda Indonesia I hanyalah persiapan Kongres Pemuda Indonesia II.

2) Kongres Pemuda Indonesia II, berlangsung di Jakarta pada tahun 1928

Kongres Pemuda Indonesia II pada tanggal 27 – 28 Oktober berlangsung di Jakarta. Pusat penyelenggaraan kongres tersebut di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya 106, tetapi keseluruhan sidang diselenggarakan di tiga tempat. Pemuda bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk menyusun panitia kongres.

Pada malam penutupan tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan sebagai berikut.
  1. Menerima lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu Kebangsaan Indonesia.
  2. Menerima sang “Merah Putih” sebagai Bendera Indonesia.
  3. Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda (berwatak nasional dalam arti luas).
  4. Diikrarkannya “Sumpah Pemuda” oleh semua wakil pemuda yang hadir.

Isi Ikrar Sumpah Pemuda

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Demikian Bunyi Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 Dan Sejarahnya semoga bermanfaat.

Advertiser


EmoticonEmoticon