Minggu, 16 April 2017

Dukungan Daerah Terhadap Pembentukan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)

Kemerdekaan yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 ternyata mendapat sambutan yang luar biasa di berbagai daerah, baik di Jawa maupun luar Jawa. Sambutan dan dukungan dari berbagai daerah tersebut, memiliki makna sangat penting menambah semangat pemerintah pusat untuk terus berjuang menjalankan roda pemerintahan RI yang baru diproklamirkan.

Munculnya Dukungan dari Berbagai Daerah terhadap Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia. Sebagai wujud dukungan terhadap proklamasi kemerdekaan dan terbentuknya negara dan pemerintahan Republik Indonesia, di berbagai tempat muncul aksi unjuk semangat kemerdekaan.

Mereka menyatakan diritunduk dan setia kepada pemerintah Republik Indonesia. Mereka juga melarang pegawai-pegawai Jepang memasuki kantor pemerintah Republik Indonesia. Dukungan terhadap proklamasi dan pembentukan negara serta pemerintah Republik Indonesia, antara lain datang dari Yogyakarta, Sumatera, dan Sulawesi Utara.

Berikut ini adalah pembahasan tentang dukungan daerah terhadap pembentukan negara kesatuan republik indonesia.

Dukungan Daerah terhadap Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia 

Dukungan terhadap proklamasi pembentukan negara dan pemerintah Republik Indonesia, antara lain datang dari daerah berikut.

a. Keraton Kasultanan Jogjakarta mendukung Pemerintah Republik Indonesia

Pada tanggal 29 Agustus 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dari Jogjakarta mengirimkan telegram ke Jakarta yang isinya menyatakan bahwa Kasultanan Jogjakarta sanggup berdiri di belakang pimpinan Soekarno-Hatta.

Pada tanggal 5 September 1945 dukungan itu dipertegas dengan pengumuman Amanat Pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Gambar: Sri Sultan Hamengku Buwono IX

b. Sumatra mendukung pemerintah Republik Indonesia 

Gelora kemerdekaan Indonesia yang telah menyebar ke manamana mendorong para pemuda, khususnya Sumatra Timur untuk bergerak.

Munculnya semangat kebangsaan yang tinggi menyebabkan para pemuda bergerak dari Jalan Jakarta No. 6 Medan di bawah pimpinan A. Tahir, Abdul Malik Munir, M.K. Yusni mendukung pemerintah Republik Indonesia yang telah berdiri.

Melihat dukungan rakyat yang demikian besar dan tanpa kenal takut, pada tanggal 3 Oktober 1945 Teuku Mohammad Hassan selaku gubernur dengan resmi mengumumkan dimulainya pemerintahan Republik Indonesia di Sumatra dengan Medan sebagai ibu kota provinsinya.

Penduduk Bukittinggi pun tidak ketinggalan mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tanggal 29 September 1945 bendera Merah Putih telah berkibar di Bukittinggi. Sejak saat itulah bendera Merah Putih berkibar di daerah-daerah di Sumatra.

c. Sulawesi Utara mendukung pemerintah Republik Indonesia

Pada tanggal 14 Februari 1945 para Pemuda Sulawesi Utara di bawah pimpinan Ch. Taulu mengadakan pemberontakan untuk mendirikan RI di Sulawesi Utara. Awalnya, pemberontakan itu muncul di Manado yang kemudian menyebar ke Tondano, Bitung, dan Bolang Mongondow.

Perlawanan terhadap Belanda ( NICA ) mendapat dukungan dari rakyat, karena rakyat sudah anti terhadap penjajah dan mendukung berdirinya negara Republik Indonesia.

Advertiser


EmoticonEmoticon