Macam-macam Alat Praktikum Pengamatan di Laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi beserta Fungsinya

Laboratorium merupakan tempat penilitian, merupakan tempat percobaan eksperiman yang bisanya berhubungan dengan ilmu Sains, IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Di laboratorium sendiri terdapat berbagai macam alat-alat laboratorium yang berguna untuk memaksimalkan penelitan. Saat melakukan pengamatan, terutama jika hasil yang diharapkan berupa data kuantitatif, dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Seringkali kita membutuhkan alat bantu untuk mendapatkan ketelitian yang diharapkan. Peralatan yang digunakan dalam pengamatan biasanya digunakan untuk mengukur atau mengamati objek-objek yang ukurannya tidak dapat diamati langsung oleh indera manusia.

Penggunaan alat-alat pengamatan harus dilakukan secara hatihati agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, terutama peralatan laboratorium.Dalam menggunakan peralatan laboratorium kamu harus memiliki keterampilan, kecermatan, dan ketelitian agar diperoleh data yang akurat.

Berikut ini adalah pembahasan tentang alat-alat praktikum yang meliputi alat laboratorium biologi, alat praktikum biologi, alat alat laboratorium kimia, alat laboratorium fisika, alat alat laboratorium dan fungsinya.

Macam-macam Alat Pengamatan dan Praktikum

Untuk itu, kita perlu mengenali bagian-bagian dan cara kerja dari alat tersebut. Berikut akan disampaikan beberapa alat yang sering digunakan dalam pengamatan dan praktikum.

1. Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati objek yang ukurannya sangat kecil yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.

2. Atmometer

Atmometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan penguapan. Atmometer disebut juga dengan evaporimeter. 
Dengan alat ini, kita dapat mengetahui berapa jumlah air yang diuapkan ke udara dalam waktu tertentu. Satuan yang digunakan dalam atmometer adalah ml/m2s.

Cara menggunakan atmometer

Atmometer merupakan tabung berskala yang diisi air. Cara menggunakan atmometer sederhana adalah sebagai berikut:
  1. Tuangkan air ke dalam tabung hingga penuh.
  2. Pada bagian ujung tabung yang terbuka, selipkan kertas hisap berukuran 1 cm × 1 cm. Kertas ini berfungsi sebagai penutup tabung.
  3. Balikkan posisi tabung tersebut sehingga kertas penutup tadi berada di bagian bawah.
  4. Gantungkan tabung tersebut pada ranting atau pohon di sekitar tempat melakukan pengamatan. Catat posisi awal air dalam tabung.
  5. Setiap 15 menit tabung diamati. Perhatikan, apakah permukaan air mengalami penurunan, kemudian catat penurunan tersebut.

3. Anemometer

Angin merupakan gejala alam yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat diamati dengan dirasakan geraknya. Dengan demikian, aspek yang dapat diamati dari angin adalah kecepatan geraknya.
Alat yang digunakan untuk mengamati kecepatan angin disebut anemometer.
Berdasarkan prinsip penggunaannya, anemometer dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya: anemometer dengan propeler, anemometer digital, anemometer high range, dan anemometer low range. Anemometer yang banyak digunakan dalam pengamatan adalah anemometer digital.

Anemometer digital terdiri atas tombol-tombol dan layar tampilan. Anemometer ini memiliki tiga skala pengukuran yaitu m/s, km/jam, dan knot. Pada anemometer digital, pengukuran dapat dilakukan berulangulang dan data akan tersimpan secara otomatis.

Cara menggunakan anemometer

Cara penggunaan anemometer adalah sebagai berikut:
  1. Tentukan dari mana datangnya arah angin.
  2. Nyalakan anemometer dengan menekan tombol power.
  3. Layar tampilan (display) menghadap ke arahmu dan angin yang datang dari arah belakang tampilan layar.
  4. Lihat angka yang menunjukkan kecepatan angin pada layar tampilan.
  5. Apabila angka kecepatan angin sudah konstan, tekan tombol hold, kemudian catat hasilnya.

4. Termometer

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu.
Penjelasan mengenai termometer telah disampaikan pada pelajaran sebelumnya. Coba kamu pelajari kembali.
Alat pH meter
Gambar: Alat pH meter

5. pH-meter

Sesuai namanya, pH-meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH, yaitu derajat keasaman suatu zat. 
Dengan menggunakan pH-meter, kita dapat menentukan apakah suatu zat temasuk asam, basa, atau netral. Mari kita pelajari kembali penggunaan pH-meter.

Demikian Macam-macam Alat Praktikum Pengamatan di Laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi beserta Fungsinya semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-macam Alat Praktikum Pengamatan di Laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi beserta Fungsinya"

Posting Komentar