Macam-macam Dan Pengertian Bentuk Kontravensi Beserta Contohnya

Macam-macam Dan Pengertian Bentuk Kontravensi Beserta Contohnya

Perdebatan ialah keadaan pertikaitan ataupun perdebatan awam berpanjangan, pada umumnya mengenai perkara pendapat / sudut pandangan berkonflik. Perkataan ini dicipta daripada perkataan controversia bahasa Latin, sebagai gubahan controversus – “berpatah dalam arah bertentangan, inches daripada contra – “melawan” – dan vertere – berpatah, berpusing, atau melawan (lihat verse), maka, “berpatah melawan”. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kontravensi berarti proses persaingan serta pertikaian yang ditandai akibat gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan gak suka yang disembunyikan bersama kepribadian seseorang.Dalam artikel kali ini kita akan membahas materi yang berkaitan dengan pengertian kontravensi, definisi kontravensi, bentuk bentuk kontravensi, macam-macam kontravensi, arti kontravensi, contravention, dan di akhir pembahasan juga akan kami cantumkan contoh kontravensi.

Kontravensi (Contravention)

Kontravensi merupakan salah satu bentuk proses interaksi sosial disosiatif. Apakah yang dimaksud dengan kontravensi? mari kita simak penjelasan berikut ini.


Pengertian Kontravensi (Contravention)

Kontravensi merupakan bentuk proses yang berada di antara persaingan, pertentangan, dan pertikaian. Kontravensi ditandai gejala-gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang.

Bentuk dan Contoh Kontravensi

Pengertian dan Bentuk-Bentuk Kontravensi beserta Contohnya Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi menunjukkan suatu sikap yang mengarah kepada ketidaksenangan.

Bentuk-bentuk kontravensi antara lain:
1) Kontravensi intensif, misalnya penghasutan, desas-desus, dan mengecewakan pihak lain.
2) Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat, membuka rahasia orang lain di muka umum.
3) Kontravensi taktis, misalnya intimidasi, provokasi, membingungkan lawan, dan sebagainya.
4) Kontravensi umum, misalnya mengacau pihak lain, berbuat kekerasan, dan sebagainya
5) Kontravensi sederhana, misalnya  mencaci maki, memfitnah, dan sebagainya.

Adapun tipe-tipe kontravensi meliputi:
1) Kontravensi jenis kelamin, misalnya perbedaan pendapat antara kaum perempuan dengan kaum laki-laki.
2) Kontravensi parlementer,  misalnya masalah kelompok mayoritas dengan minoritas.
3) Kontravensi generasi masyarakat, misalnya perbedaan pendapat antara golongan tua dan muda.

Menurut Leopoid Van Wiese dan Howard Becher ada lima bentuk kontravensi, yaitu sebagai berikut.
  1. Kontravensi umum, meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, menghalang-halangi, protes gangguan-gangguan, kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain;
  2. Kontravensi sederhana, seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat-surat, selebaran, mencerca, memfitnah, dan melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain;
  3. Kontravensi intensif seperti penghasutan, menyebarkan desas-desus, dan mengecewakan pihak lain; 
  4. Kontravensi rahasia, umpamanya mengumumkan rahasia pihak lain dan mengkhianatinya;
  5. Kontravensi taktis, misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain.
Demikian Artikel tentang Macam-macam Dan Pengertian Bentuk Kontravensi Beserta Contohnya semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar