Minggu, 16 April 2017

Macam-macam Jenis Lembaga Pengendalian Sosial dan Perannya

Banyaknya pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat disebabkan tidak dipatuhinya berbagai peraturan atau ketentuan yang berlaku di masyarakat. Sejatinya, suatu peraturan itu dibuat dengan tujuan agar kehidupan di masyarakat dapat berjalan dengan aman dan tertib. Untuk itu, setiap peraturan atau ketentuan selalu disertai dengan sanksi. Penerapan sanksi yang tegas oleh aparat merupakan wujud pengendalian sosial dan rasa keadilan dalam masyarakat. Terjadinya konflik dalam masyarakat merupakan salah satu bahaya akibat jika tidak ada keadilan dalam masyarakat.

Agar tercipta suatu tatanan hidup yang aman dan tertib, diperlukan suatu pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga yang ada dalam masyarakat. Pengendalian sosial adalah mekanisme yang dilakukan untuk mendidik, mengajak, atau memaksa masyarakat agar patuh pada peraturan yang berlaku.

Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh lembaga resmi seperti kepolisian dan pengadilan. Selain itu dapat juga dilakukan oleh lembaga tidak resmi seperti adat dan tokoh masyarakat. Masing-masing lembaga pengendalian sosial memiliki peran tersendiri yang semuanya bertujuan agar kehidupan di masyarakat berjalan dengan aman dan tertib sesuai dengan peraturan atau norma yang berlaku.

Dalam pelaksanaan pengendalian sosial kita mengenal pengendalian sosial formal maupun pengendalian sosial nonformal. Berdasarkan sifat pengendalian sosial terdapat pengendalian yang sifatnya preventif yang diusahakan sebelum tindak pelanggaran. Pengendalian sosial represif yaitu pengendalian sosial setelah tindak pelanggaran itu dilakukan. Terdapat beberapa jenis lembaga pengendalian sosial. Lembaga pengendalian sosial tersebut akan diuraikan sebagai berikut. Peranan pranata atau lembaga sosial dalam pengendalian sosial yang terjadi di masyarakat adalah sangat besar, khususnya terhadap perilaku yang menyimpang. Peranan lembaga sosial merupakan pedoman aparat dan tokoh masyarakat dalam menciptakan pengendalian sosial.

Berikut adalah pembahasan tentang Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial, jenis jenis pengendalian sosial, lembaga lembaga pengendalian sosial, macam macam lembaga pengendalian sosial, peran lembaga pengendalian sosial, jenis lembaga pengendalian sosial.

Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial

Adapun jenis- jenis lembaga pengendalian sosial meliputi:

a. Keluarga

Keluarga merupakan lembaga pengendalian sosial primer yang merupakan tempat pertama membetengi anggota keluarga/anggota masyarakat untuk tidak melakukan penyimpangan sosial.

Untuk menjaga agar anak- anak dalam keluarga tidak melakukan tindakan menyimpang dibutuhkan peran orang tua sebagai pengendali atau pengawas terhadap perilaku anak-anak.

Dalam menjalankan perannya sebagai pengendali sosial, orang tua harus tidak bosanbosannya memberikan teguran kepada anak-anak yang berperilaku tidak sesuai dengan norma sosial.

b. Kepolisian

Kepolisian bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum dan mengambil tindakan terhadap orang-orang yang melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku.

Dalam menjalankan tugas pengendalian sosial, kepolisian melakukan pemeriksaan dan penyidikan perkara terhadap saksi-saksi yang melihat atau berada dan berkaitan dengan kejadian perkara, hingga menetapkan status tersangka serta membuat berita acara pelimpahan perkara ke pengadilan.

c. Pengadilan

Pengadilan menangani, menyelesaikan, dan mengadili dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap perselisihan atau tindakan yang melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku.

d. Adat

Adat istiadat berisi nilai-nilai, norma-norma, kaidah-kaidah sosial yang dipahami, diakui, dijalankan dan dipelihara secara terus menerus. Maka istilah adat istiadat sama artinya dengan sistem nilai budaya.

Adat istiadat sebenarnya merupakan hukum yang mengendalikan perilaku masyarakat setempat agar tidak menyimpang.

Tingkatan Adat Istiadat

Adat sebagai alat pengendalian sosial memiliki tingkatan sebagai berikut.
  1. Tradisi, merupakan adat yang melembaga dan sudah berjalan lama secara turun temurun.
  2. Upacara, merupakan adat istiadat yang dipakai dalam merayakan hal-hal yang resmi.
  3. Etiket, adalah tata cara dalam masyarakat dan merupakan bentuk sopan santun dalam upaya memelihara hubungan baik antara sesama manusia.
  4. Folkways, merupakan adat kebiasaan yang dijalankan dalam masyarakat sehari-hari karena dianggap baik dan menyenangkan.
  5. Mode, merupakan adat yang lazim berisi kebiasaaan-kebiasaan dan bersifat hanya sementara.

e. Tokoh masyarakat

Tokoh masyarakat adalah warga masyarakat yang memiliki kemampuan, pengetahuan, perilaku, usia atau pun kedudukan yang oleh anggota masyarakat lainnya dianggap sebagai tokoh atau pemimpin masyarakat. Jika terjadi penyimpangan atau perselisihan antarwarga dapat diselesaikan oleh tokoh masyarakat tersebut.

Advertiser


EmoticonEmoticon