Pengertian Adhesi, Kohesi, Kapilaritas dan perubahan Wujud Zat (Benda) beserta Contohnya

Apakah benda-benda memerlukan tempat? Misal tersedia air yang berada di dalam gelas. Tuanglah air tersebut ke dalam kaleng. Apakah air menempati kaleng? Ternyata air memerlukan tempat atau wadah. Selanjutnya jika air dalam wadah itu ditimbang ternyata memiliki massa. Demikian halnya dengan udara ternyata juga menempati ruang dan memiliki massa.

Di sekitarmu terdapat benda-benda yang dapat kamu kelompokkan kedalam tiga wujud zat. Beberapa benda seperti besi, kayu, aluminium termasuk zat padat. Air, minyak termasuk zat cair, sedangkan gas elpiji, udara termasuk zat gas. Pada prinsipnya terdapat tiga wujud zat yaitu : zat padat, zat cair dan zat gas. Selepas kamu melakukan kegiatan olah raga tentu akan merasakan haus. Diantara teman kamu mengajak pergi ke kantin sekolah untuk membeli es teh. Tahukah kamu bagaimana cara membuat es? Ketika air dimasukkan ke dalam freezer akan mengalami perubahan wujud yaitu dari cair menjadi padat. Dapatkah kamu menjelaskan perubahan wujud yang terjadi ketika air dipanaskan kemudian mendidih? Perubahan wujud apa pula yang terjadi pada kapur barus yang dimasukkan pada almari pakaian? Coba kamu temukan jawabannya!

Berikut ini adalah pembahasan lengkap tentang pengertian adhesi, pengertian kohesi, pengertian gaya kapiler, pengertian kapilaritas, perubahan wujud zat, perubahan wujud benda, meniskus cembung, meniskus cekung. Berdasarkan materi sebelumnya tentang susunan partikal zat padat, cair dan gas dapat disimpulkan bahwa partikel zat padat dapat bergerak. Hal ini dapat dilihat dari larutnya gula dalam air, partikel-pertikel gula meninggalkan ikatannya dan membaur di antara partikel-partikel zat cair sehingga air terasa manis dan wujud padat gula tidak terlihat lagi.

Pengertian Kohesi dan Adhesi

Hal lain yang dapat kita ketahui adalah adanya tarik-menarik antarpartikel. Gaya tarik-menarik antarpartikel dapat terjadi antara partikel-partikel yang sejenis dan antara partikel-partikel yang tidak sejenis.
Gaya tarik-menarik antarpartikel yang sejenis disebut kohesi, dan gaya tarik-menarik antarpartikel yang tidak sejenis disebut adhesi.
Agar kamu dapat memahami tentang kohesi dan adhesi, kamu dapat melakukan sebuah pengamatan dalam dua tabung reaksi.

Salah satu dari tabung reaksi kamu olesi minyak bagian dalamnya, kemudian isi kedua tabung reaksi tersebut dengan air. Perhatikan apa yang terjadi pada permukaan air dari kedua tabung?

Pada tabung yang telah diolesi minyak pada bagian dalam, akan terlihat permukaan air yang berbentuk cembung. Sedangkan, pada tabung satu lagi yang tidak diolesi minyak, permukaan air terlihat berbentuk cekung.

Pada tabung yang telah diolesi minyak, air tidak membasahi dinding tabung karena gaya tarik-menarik antarpartikel air (gaya kohesi) lebih besar daripada gaya tarik-menarik antara molekul air dan partikel minyak (gaya adhesi).

Sebaliknya, air terlihat membasahi dinding tabung pada tabung yang tidak diolesi minyak karena gaya tarik-menarik antara partikel air dengan partikel kaca (gaya adhesi) lebih besar daripada gaya tarik-menarik antarpartikel air (gaya kohesi).
Jadi, jika gaya kohesi lebih besar dibandingkan dengan gaya adhesi, maka akan terjadi peristiwa yang disebut miniskus cembung. Dan, jika gaya kohesi lebih kecil dibandingkan dengan gaya adhesi, maka akan terjadi miniskus cekung.

Pengertian Gaya Kapiler atau Kapilaritas

Gaya kapiler atau kapilaritas adalah gejala meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut. 
Gejala ini disebabkan adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dengan dinding celah itu. Akibatnya, bila pembuluh kaca dimasukkan dalam zat cair, permukaannya menjadi tidak sama.

Contoh adanya gaya kapiler atau kapilaritas terjadi pada kompor minyak tanah. Sumbu kompor menyerap minyak sehingga minyak naik dan kompor dapat menyala.

Contoh lain adalah naiknya air dalam tanah dari akar sampai daun sehingga terjadi peristiwa fotosintesis.

Perubahan Wujud Benda

Telah dibahas sebelumnya bahwa di sekitar kita terdapat berbagai zat, yaitu zat padat, zat cair, dan gas. Dalam keadaan tertentu, zat atau materi ini dapat berubah wujud ke dalam wujud lainnya.

Misalnya, air yang berupa zat cair ketika didinginkan akan berubah menjadi es yang berupa zat padat dan ketika dipanaskan akan berubah menjadi uap yang berupa gas.

Begitupun sebaliknya, es yang berupa zat padat akan berubah menjadi zat cair ketika dipanaskan dan menjadi uap air. Jika uap air tersebut mengembun, maka akan kembali menjadi air.

Pada contoh lain, lilin yang dinyalakan akan mencair dan dengan cepat akan kembali menjadi lilin yang padat.
Suatu zat dapat berubah wujud disebabkan adanya pengaruh energi. 
Perubahan zat terdiri dari dua jenis, yaitu perubahan fisika (perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat lain jenis baru, seperti air yang menjadi es) dan perubahan kimia (perubahan zat yang disertai dengan terbentuknya zat baru jenis lain, seperti kayu yang dibakar).

Diagram di bawah ini menunjukkan istilah dalam perubahan wujud zat.
Pengertian Adhesi, Kohesi, Kapilaritas dan perubahan Wujud Zat (Benda) beserta Contohnya
Bagan: Perubahan Wujud Benda

Demikian pembahasan singkat tentang pengertian adhesi, pengertian kohesi, pengertian gaya kapiler, pengertian kapilaritas, perubahan wujud zat, meniskus cembung, meniskus cekung.

Demikian Pengertian Adhesi, Kohesi, Kapilaritas dan perubahan Wujud Zat (Benda) beserta Contohnya semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Adhesi, Kohesi, Kapilaritas dan perubahan Wujud Zat (Benda) beserta Contohnya"

Posting Komentar