Pengertian Dan Macam-macam Harga Pasar (Harga Keseimbangan)

Website Informasi Seputar Tips Android, Komputer, Pendidikan,Biss Key, Frekuensi Tv, Chanel Tv, Pengertian, Contoh

Pengertian Dan Macam-macam Harga Pasar (Harga Keseimbangan)

alam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium atau harga bebas adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

A. Pengertian harga Harga keseimbangan adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran yang disebut equilibrium price.

B. Macam-macam harga
1)  Harga jual, yaitu harga yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan harga pokok dengan laba yang diinginkan.
2)  Harga pokok, yaitu harga keseluruhan biaya produksi yang dipergunakan untuk memproduksi suatu barang dengan ditambah biaya lain-lain.
3)  Harga objektif/harga pasar, yaitu harga yang telah disepakati antara penjual dan pembeli di dalam pasar.
4)  Harga subjektif, yaitu tafsiran harga barang oleh perorangan terhadap barang yang akan dibeli.
5)  Harga minimum, yaitu harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk melindungi para produsen/petani penghasil.
6)  Harga maksimum, yaitu harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk melindungi konsumen/pembeli.

C. Proses terbentuknya harga pasar
Harga pasar adalah harga yang terbentuk melalui proses interaksi antara penjual dan pembeli melalui proses tawar-menawar. Dan proses tawar-menawar dapat terjadi:
1)  Apabila harga terlalu tinggi, jumlah yang diminta akan rendah, sedangkan jumlah yang ditawarkan akan tinggi. Akibatnya muncul dorongan untuk menurunkan harga.
2)  Apabila harga terlalu rendah, jumlah yang diminta akan tinggi, sedangkan jumlah yang ditawarkan akan rendah. Akibatnya muncul dorongan untuk menaikkan harga.

Kedua proses di atas (kekuatan permintaan dan penawaran) akan berlangsung terus sampai diperoleh tingkat harga di mana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Harga tersebut dinamakan harga keseimbangan (equilibrium price).
Untuk memahami harga keseimbangan lewat tabel dan kurva berikut:
Harga buah apel/kg
Jumlah yang diminta
Jumlah yang ditawarkan
Rp 1.500,00
4.000
1.000
Rp 3.500,00
3.500
1.500
Rp 5.500,00
3.000
2.000
Rp 7.500,00
2.500
2.500
Rp 9.500,00
2.000
3.000
Rp 11.500,00
1.500
3.500
Rp 13.500,00
1.000
4.000
Dari tabel di atas dapat dibuat kurva keseimbangan hargasebagai berikut:

Keterangan:
1)  Harga keseimbangan terjadi pada harga Rp 7.500,00. Pada harga tersebut jumlah buah apel yang diminta = ditawar yaitu sebesar 2.500 buah apel. Angka 2.500 merupakan jumlah keseimbangan.
2)  Bila harga di atas harga keseimbangan, misalnya Rp 9.500,00 penjual menawarkan apel sebanyak 3.000 buah, sedang pembeli hanya meminta sebanyak 2.000 buah. Hal ini terjadi kelebihan penawaran sebesar 1.000 buah. Kelebihan penawaran ini disebut dengan excess supply.
3)  Bila harga berada di bawah harga keseimbangan, misalnya Rp 5.500,00 maka jumlah apel yang diminta sebesar 3.000 buah. Akan tetapi penjual hanya menawarkan bukunya sebanyak 2.000 buah. Keadaan ini terjadi kelebihan permintaan sebesar 1.000 buah. Kelebihan permintaan ini disebut excess demand atau shortage.

D. Peranan harga pasar dalam perekonomian
1)  Menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka harga akan meningkat.
2)  Menggerakkan pengusaha untuk bereaksi terhadap perubahan permintaan. Jika harga suatu barang dan jasa meningkat, pengusaha akan bergerak untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat terhadap barang dan jasa yang bersangkutan.
3)  Mempengaruhi jenis dan jumlah faktor produksi yang harus disediakan. Faktor produksi seperti modal dan tenaga kerja akan banyak digunakan untuk bidang usaha yang menghasilkan barang dan jasa berharga tinggi atau yang menghasilkan laba besar.
4)  Membantu menentukan penawaran. Berdasarkan besarnya kenaikan harga dapat diperkirakan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

0 komentar:

Posting Komentar