Pengertian Tektonisme, Dampak dan Pengaruh Tektonisme terhadap Kehidupan

Website Informasi Seputar Tips Android, Komputer, Pendidikan,Biss Key, Frekuensi Tv, Chanel Tv, Pengertian, Contoh

Pengertian Tektonisme, Dampak dan Pengaruh Tektonisme terhadap Kehidupan

Tektonisme merupakan tenaga yang bekerja dari dalam bumi dengan arah vertikal maupun horizontal yang mengakibatkan perubahan lokasi lapisan batuan pada permukaan bumi. Ada dua jenis tektonisme, yaitu Epirogenesis dan Orogenesis. Epirogenesis adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga lambat dari dalam bumi dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah melewati daerah luas. Orogenesis adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat dan meliputi wilayah yang sempit yang biasanya disertai proses retakan, patahan, dan lipatanBerikut ini adalah pembahasan tentang tektonisme yang meliputi pengertian tektonisme, akibat tektonisme, pengaruh tektonisme terhadap kehidupan, dampak tektonisme, pengertian horst, pengertian patahan, pengertian lipatan, dampak positif tektonisme, dampak negatif tektonisme, bentuk lipatan tegak akan membentuk relief bumi berupa.

Pengertian Tektonisme

Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi berupa tekanan dengan arah vertikal maupun horizontal yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan letak). 
Berdasarkan jenis gerakan dan luas wilayah yang dipengaruhinya, tenaga tektonik terbagi menjadi dua, yaitu gerak orogenesa dan gerak epirogenesa.



Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang cepat dan meliputi daerah yang sempit. Adapun gerak epirogenesa merupakan kebalikan dari gerak orogenesa. Gerakan ini relatif lebih lambat dan meliputi areal yang luas.


Dampak dan Pengaruh Tektonisme

Bentukan di muka bumi akibat tektonisme meliputi lipatan dan patahan.

1) Lipatan

Lipatan adalah suatu bentuk kulit bumi yang berbentuk lipatan (gelombang) yang terjadi karena tenaga endogen dengan arah mendatar dari dua arah yang berlawanan. 
Akibat tekanan tersebut, lapisan kulit bumi terlipat sehingga membentuk puncak lipatan (antiklin) dan lembah lipatan (sinklin).
Gambar: Bentuk Lipatan
Gambar: Bentuk Lipatan

2) Patahan

Patahan juga terjadi karena tekanan yang menyebabkan pematahan lapisan batuan. Tenaga endogen yang bekerja relatif cepat sehingga lapisan batuan yang terkena tekanan tidak sempat melipat, melainkan retak-retak sampai akhirnya patah. 
Akibat pematahan tersebut, terdapat bagian muka bumi yang mengalami penurunan sehingga membentuk lembah patahan (slenk). Adapun bagian yang tidak mengalami penurunan membentuk puncak patahan (horst).
Gambar: Bentuk Patahan
Gambar: Bentuk Patahan

Pengaruh Positif Tektonisme :

1. Proses vulkanisme pada gunung api di Indonesia bermanfaat bagi lahan pertanian, karena abu vulkanik akibat letusan gunung api membuat tanah menjadi subur.

2. Gunung api merupakan penghasil bahan galian tambang seperti emas, intan, timah, serta bahan bangunan yang lainnya.

3. Bentuk hasil tenaga endogen dapat dijadikan wisata alam yang sangat menarik.



Pengaruh Negatif Tektonisme :

1. Lereng-lereng yang terbentuk karena tenaga endogen ada yang terjal dan landai, yang tidak baik dijadikan daerah pertanian

2. Daerah – daerah pegunungan yang terjal juga tidak baik dijadikan daerah pemukiman karena rentan terjadinya tanah longsor sehingga dapat menimbulkan kerugian, baik materil maupun korban jiwa.

3. Proses alam endogen dapat menimbulkan gempa bumi dan letusan gunung api. Gempa bumi dan letusan gunung api dapat menelan korban jiwa manusia, membahayakan kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian material bagi penduduk setempat.

Solusi-solusi yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi pengaruh negative dari tektonisme antara lain :

1. Tidak menjadikan lereng terjal sebagai lahan pertanian
2. Tidak mendirikan lokasi pemukiman di daerah-daerah rawan longsor atau lereng yang terjal.
3. Bila tinggal di daerah dekat gunung api atau rawan gempa, sebaiknya mengikuti informasi yang diberikan oleh pemerintah setempat mengenai kegunungapian atau kejadian gempa.
4. Mendirikan bangunan yang kokoh (tahan gempa)
5. Bila tinggal di daerah pesisir pantai, buatlah perumahan minimal sejauh 2 Km dari bibir pantai guna menghindari tsunami.
6. Lestarikan hutan mengrove yang terdapat di pinggir pantai.

0 komentar:

Posting Komentar