Rabu, 19 April 2017

Peran Masyarakat sebagai Pelaku Ekonomi

Masyarakat merupakan kumpulan rumah tangga. Masyarakat adalah tempat di mana kita hidup dan bergaul. Kita akan semakin merasa menjadi bagian dari masyarakat ketika ada kegiatan yang tidak bisa dilakukan sendiri, ketika menggunakan fasilitas umum secara bersama-sama, dan ketika kita membutuhkan kehadiran orang lain. Masyarakat sebagai pelaku ekonomi sama seperti rumah tangga, yakni bisa berperan sebagai konsumen, produsen, dan distributor. Masyarakat pasti membutuhkan barang dan jasa dalam fungsinya sebagai konsumen. Sebagai produsen, masyarakat membuka usaha sendiri. Ada yang membuka usaha katering, salon, berternak ayam, dll.

Namun, tidak sedikit juga yang menganggur. Kegiatan ekonomi yang mereka lakukan hanya konsumsi. Para pengangguran ini sering menimbulkan masalah di masyarakat karena beberapa pengangguran yang frustasi sering menimbulkan gangguan keamanan seperti mencuri, merampok, memeras orang, dll. Semua itu dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Sebagai distributor, ada yang berprofesi sebagai pedagang asongan, penjual bensin eceran, membuka toko, tukang sayur keliling, dll. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat dan rumah tangga pada dasarnya sama karena masyarakat merupakan kumpulan rumah tangga Masyarakat merupakan kumpulan dari rumah tangga. Masyarakat sebagai pelaku ekonomi sama seperti rumah tangga, yakni berperan sebagai produsen, distributor, dan konsumen.

Peran Masyarakat sebagai Pelaku Ekonomi

Berikut ini adalah beberapa peran masyarakat sebagai pelaku kegiatan ekonomi;

1. Masyarakat sebagai Produsen

Masyarakat sebagai produsen mencakup berbagai bentuk kegiatan masyarakat yang dapat menghasilkan pendapatan, misalnya berupa kegiatan usaha, berdagang, bercocok tanam, berternak, dan sebagainya.
Sistem ekonomi Indonesia memiliki acuan yang jelas, yaitu Undang-Undang Dasar 1945. Maka dari itu sistem ekonomi bukanlah pasar bebas maupun perencanaan sentral, melainkan sistem ekonomi Indonesia mendasarkan pada ekonomi kerakyatan.

Dalam sistem ekonomi kerakyatan masyarakat memegang peranan aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Sistem ekonomi kerakyatan dapat didefinisikan sebagai pengaturan kehidupan ekonomi yang memungkinkan seluruh potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Kesejahteraan rakyat yang meningkat, merata, dan berkeadilan merupakan tujuan utama demokrasi ekonomi kerakyatan.
Salah satu pilar penyangga ekonomi kerakyatan adalah usaha informal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Ciri-ciri sektor usaha informal adalah sebagai berikut:

a. Sektor usaha informal tidak memiliki alat-alat produksi yang canggih.
b. Pelaku ekonomi sektor usaha informal tidak memiliki pendidikan/keahlian khusus.
c. Sektor usaha informal dapat membuka lapangan kerja yang tidak sedikit jumlahnya.
d. Sektor usaha informal hanya memiliki ruang lingkup usaha ekonomi yang sempit dan kecil.

Beberapa contoh kegiatan ekonomi sektor usaha informal adalah:

a. pedagang asongan,
b. pedagangan sambilan,
c. pedagang kaki lima,
d. pedagang keliling,

2. Masyarakat sebagai Konsumen

Masyarakat sebagai konsumen memerlukan barang dan jasa bagi kelangsungan hidup masyarakat. Masyarakat adalah pengguna (konsumen) “public goods” atau produk-produk umum, seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain. 
Penggunaan public goods yang pada umumnya disediakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran merupakan bentuk kehidupan yang hanya melakukan kegiatan konsumsi saja, sehingga sering menimbulkan masalah di masyarakat.

Berbagai tindak kejahatan dilakukan semata-mata karena untuk memenuhi kegiatan konsumsi. Di mana orang memiliki banyak kebutuhan, tetapi tidak memiliki pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang sejak dini tertanam sikap untuk mampu berproduksi dan bukan hanya melakukan konsumsi saja. Di samping itu berkaitan dengan kegiatan konsumsi, perlu dilandasi sikap mental untuk bisa mengukur kemampuan diri, sehingga tidak besar pasak daripada tiang.

3. Masyarakat sebagai Distributor

Masyarakat sebagai distributor diwujudkan dalam bentuk terjadinya proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. 
Lalu lintas perdagangan dan transportasi yang membawa barang-barang pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan masyarakat merupakan bentuk kegiatan distribusi yang berlangsung di masyarakat.

Kelancaran arus distribusi yang berlangsung di masyarakat dapat kita amati dari lancar-tidaknya proses transportasi barang kebutuhan dari satu kota ke kota lain.

Salah satu faktor yang memicu terjadinya kelangkaan barang antara lain disebabkan ketidaklancaran proses distribusi. Hal ini sering terjadi di daerah-daerah yang sulit transportasinya.

Demikian artikel tentang Peran Masyarakat sebagai Pelaku Ekonomi semoga bermanfaat.

Advertiser


EmoticonEmoticon