Sejarah Perkembangan Terjadinya Uang di Dunia

Website Informasi Seputar Tips Android, Komputer, Pendidikan,Biss Key, Frekuensi Tv, Chanel Tv, Pengertian, Contoh

Sejarah Perkembangan Terjadinya Uang di Dunia

Sejarah  Uang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi, yaitu pertukaran (perdagangan). Kegiatan pertukaran muncul karena manusia tidak bisa memproduksi sendiri semua barang yang dibutuhkan, terutama pada perekonomian yang sudah maju. Oleh karena itu, manusia berusaha menemukan alat atau barang yang dapat mempermudah kegiatannya, termasuk kegiatan pertukaran. Nah, pada kesempatan kali ini akan membahas Sejarah Uang, semoga bermanfaat.

Menurut sumber-sumber buku sejarah uang pertama kali diciptakan di negeri Cina lebih kurang 2700 Sebelum Masehi oleh Kaisar Huang. Akan tetapi, ada pula yang mencatat bahwa uang sebagai alat tukar juga digunakan orang Assyria, Phunisia, dan Mesir. Namun, perkembangan uang tidak langsung pada terciptanya uang logam, ada beberapa masa perkembangan dalam sejarah uang. Masa perkembangan uang terdiri dari masa barter, masa uang barang, masa uang logam, dan masa uang kertas.

Berikut ini adalah pembahasan tentang sejarah uang yang meliputi Sejarah Perkembangan Uang, sejarah uang kertas, sejarah uang logam, sejarah uang di dunia, sejarah terjadinya uang, sejarah uang di indonesia hingga sekarang, sejarah uang di indonesia, sejarah perkembangan uang di dunia, sejarah mata uang, sejarah timbulnya uang, sejarah mata uang rupiah.

Sejarah Perkembangan Uang

Uang yang kalian kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang sejarah perkembangan uang, dari awal sampai masa digital sekarang ini;

1. Masa Berburu

Pada mulanya masyarakat belum mengenal pertukaran. Setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri.
Awalnya untuk memenuhi kebutuhannya, Manusia berburu dan mencari buah-buahan jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana seperti dari kulit pohon, dan sebagainya.
Dalam perkembangan selanjutnya, semakin lama kebutuhan manusia semakin bertambah jumlah dan macamnya. Kebutuhan manusia tidak mungkin lagi tercukupi dengan usaha sendiri.

2. Masa Barter (Pertukaran Barang dengan Barang)

Keterbatasan manusia dalam menghasilkan dan memenuhi kebutuhan ini menyebabkan manusia mulai memerlukan bantuan orang lain. Untuk mendapatkan barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka melakukan pertukaran barang dengan barang.
Kegiatan tukar menukar barang dengan barang ini disebut barter.

Kesulitan Barter

Namun, pada kenyataannya kegiatan barter ini menemui banyak kesulitan, antara lain:
  1. sulit menentukan nilai tukar barang,
  2. sulit menyesuaikan keinginan dari kedua belah pihak,
  3. sulit menyesuaikan jumlah barang yang dibutuhkan dengan barang yang tersedia, dan
  4. waktu yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang diinginkan terkadang lama, sehingga sulit menentukan kapan barang akan diperoleh.

3. Masa Uang Barang

Beberapa kesulitan yang ditemui dalam kegiatan barter ini menyebabkan manusia mulai mencari barang-barang tertentu dan menetapkan fungsinya sebagai uang. Barang tersebut dinamakan uang barang.
Barang-barang yang dijadikan uang barang adalah kulit kerang, mutiara, bulu unggas, tembaga, gading, garam, dan tembakau.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran masih tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena barang-barang yang dijadikan uang barang sebagai alat tukar belum mempunyai pecahan, sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan, dan pengangkutan menjadi sulit dilakukan.

Selain itu timbul kesulitan akibat kurangnya daya tahan barang-barang tersebut sehingga tidak tahan lama bahkan mudah hancur.

4. Masa Uang Emas dan Perak

Oleh karena ada beberapa kesulitan yang ditemui dalam penggunaan uang barang, maka manusia berusaha mencari alat tukar lain yang tahan lama, mudah disimpan, mudah dibawa, dan nilainya tetap.

Pada akhirnya manusia menggunakan emas dan perak sebagai alat tukar menukar. Emas dan perak ini ditempa menjadi mata uang.

Keunggulan Uang Emas dan Perak

Mengapa emas dan perak dijadikan mata uang? Mengapa bukan logam yang lain?  Emas dan perak memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
  1. termasuk logam mulia yang tidak berkarat,
  2. emas dan perak mudah dikenali dan diterima masyarakat,
  3. tahan lama dan tidak mudah rusak,
  4. dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil tanpa mengurangi nilainya.

Keunggulan-keunggulan yang dimiliki emas dan perak inilah yang membuat kedua benda tersebut dipilih sebagai mata uang. Selanjutnya, hal inilah yang mendasari munculnya mata uang logam.

5. Masa Uang Logam

Uang logam pertama kali dibuat di Lydia (sekarang bagian dari Turki) pada awal abad ke-7 sebelum Masehi dan segera menyebar ke negara-negara Mediterania.
Seiring dengan perkembangan perekonomian yang semakin pesat mengakibatkan perdagangan juga berkembang pesat. Hal ini menyebabkan penggunaan uang logam sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar. Di sisi lain, jumlah emas dan perak semakin langka. Kedua alasan ini akhirnya mendorong banyak negara menciptakan mata uang kertas.

6. Masa Uang Kertas

Uang kertas pertama kali diterbitkan secara besar-besaran pada awal abad ke-11 oleh Kaisar Mongolia, Kubla Khan.
Mula-mula uang kertas yang beredar dijadikan sebagai bukti pemilikan emas dan perak yang digunakan sebagai alat perantara untuk melakukan transaksi.

Uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya.

Selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas secara langsung sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menggunakan uang kertas tersebut sebagai alat tukar.

Keuntungan Uang Kertas

Kegiatan tukar-menukar dengan menggunakan uang kertas mempunyai banyak keuntungan, antara lain:
  1. biaya yang digunakan untuk membuat uang kertas lebih murah dibandingkan uang logam,
  2. uang kertas lebih ringan dibawa-bawa dan mudah disimpan.

0 komentar:

Posting Komentar