Faktor yang Mempengaruhi Produksi Jumlah Urine / Air Kencing

Minggu, 30 Juli 2017

Faktor yang Mempengaruhi Produksi Jumlah Urine / Air Kencing

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Jumlah Urine / Air Kencing - Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air kencing | Hal-hal yang mempengaruhi jumlah air kencing dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mempengaruhi jumlah air seni. Untuk itu mari kita simak faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah urine. Untuk kembali lagi besama saat ini akan memberikan informasi yang mungkin sangat bermanfaat bagi kita semua dalam menjaga kesehatan tubuh, informasinya adalah Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah Faktor Urine, Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah Urin untuk Kali ini yang kita bahas sangat penting bagi kita semua. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air kencing,

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air seni


Sebagian besar urin yang dihasilkan dalam proses ekskresi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah urin sebagai berikut
Faktor-Faktor yang memengaruhi jumlah Urine

1. Jumlah air minum
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air seni Semakin banyak volume air yang diminum, air kencing yang dihasilkan juga semakin dianjurkan setiap hari kita minum air putih dengan 6 gelas. Konsumsi air bisa membersihkan tubuh dari racun yang masuk ke dalam ginjal dan members manffat untuk menjaga kelembaban pada kulit.

2. Anti Diuerek Hormon (ADH)
Faktor pertama yang mempengaruhi produksi urine adalah hormon anti-diuretik (ADH) yang diproduksi oleh kelenjar pituitari posterior. Jika tubuh menghasilkan banyak ADH maka penyerapan air di tubulus juga banyak, sehingga volume urin sedikit dalam kondisi terkonsentrasi. Sebaliknya, jika ADH dalam jumlah kecil maka penyerapan air juga kecil sehingga ginjal menghasilkan urine dalam volume besar dan kondisinya encer. Jika kelenjar pituitari tidak berfungsi sehingga tidak bisa menghasilkan ADH, maka urine akan menjadi sangat encer. Kondisi ini disebut diabetes insipidus.

3. Stimulasi Sarah ginjal
Stimulasi sarah ginjal akan menyebabkan penyempitan saluran eferen sehingga aliran darah mengalir ke glomerulus berkurang dan menghasilkan proses filtrasi yang kurang efektif. Kondisi tersebut menghasilkan sedikit volume air seni yang dihasilkan. Dan sebaliknya.

4. Jumlah hormon insulin
Jika hormon insulin kecil, misalnya pada penderita diabetes militus, maka kadar gula darah akan diekskresikan oleh tubulus distal. Hal ini akan mengganggu proses penyerapan kembali air sehingga orang tersebut akan buang air kecil lebih banyak. Proses produksi urin akan terganggu jika seseorang menderita salah satu penyakit akibat gangguan fungsi ginjal. Gangguan penyakit ginjal yang sering terjadi pada manusia meliputi:
1. Nefritis,
2. Diabetes militus (diabetes
3. Diabetes insidus, albuminura, dan batu ginjal.

5. Suhu lingkungan
Bila suhu panas atau banyak keringat, konsentrasi air dalam darah menurunkan sekresi ADH meningkat sehingga urine sedikit berkurang. Sebaliknya, jika suhu udara dingin, konsentrasi air dalam darah meningkat sehingga bisa menghalangi ADH, produksi urine yang gagah.

6. Alkohol dan minuman kafein
Alkohol bisa menghambat pembentukan hormon antidiuretik. Seseorang yang minum alkohol dan kafein, maka jumlah urine akan meningkat.

7. Gejolak emosional dan stres
Jika seseorang mengalami stres, biasanya tekanan darahnya akan meningkatkan begitu banyak darah yang mengarah ke ginjal. Selain itu, bila seseorang berada dalam keadaan emosional, kandung kemih akan berkontraksi. Dengan demikian, timbul keinginan untuk buang air kecil.

Itu tentang informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air seni, semoga bermanfaat bagi kita semua dan jangan lupa untuk berbagi dan suka sehingga setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang berguna-informasi dalam keaslian Articlesiana.com dijamin karena telah Sumber. Terima kasih. (

Sumber: Biologi SMA / MA kelas XI semester genap, penulis Ikhsan hanafi, S.pd, Penerbit: CP Citra Pustaka)

0 komentar:

Posting Komentar