4 Cara Menghapus Virus Autorun di PC dan Flashdisk secara Permanen

Cara Menghapus Virus Autorun di PC dan Flashdisk secara Permanen. Autorun atau autoplay, sebenarnya bukan virus, tetapi salah satu fitur dari sistem operasi Windows untuk menjalankan (menjalankan) suatu perintah atau memutar (memainkan) suatu media secara otomatis (auto), biasanya media CD atau DVD yang berisi driver perangkat keras adalah selalu dengan autorun sehingga ketika dimasukkan ke ODD (Optical Disk Drive seperti CD-ROM, DVD-ROM, CD-RW atau DVD-RW), antarmuka instalasi akan langsung di jalankan.

Satu sisi adalah autorun dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pengguna, tetapi di tangan yang salah fitur ini dapat dimanfaatkan untuk "mengirimkan" virus ke komputer melalui berbagai media, yang paling populer adalah media flash (juga dikenal sebagai flashdisk atau flashdisk) biasanya ada file autorun.inf di flashdisk, "* .inf" adalah ekstensi untuk file informasi, jika Anda tidak melihat ekstensi, ikuti langkah-langkah ini.

Pengertian File Autorun.inf

File autorun.inf bukan file virus, ini berisi beberapa informasi tentang perangkat Anda (flash, CD / DVD, dll.) Dan biasanya terkait dengan file yang akan dieksekusi secara otomatis, seperti file setup (biasanya *. exe atau * .msi), file aplikasi (* .exe), file skrip (seperti * .vbs) dan seterusnya. (Baca juga: Kapasitas RAM Terbesar Saat Ini, Bahasa Pemrograman Web Terpopuler)
4 Cara Menghapus Virus Autorun di PC dan Flashdisk secara Permanen

Ketika perangkat seperti flash terhubung ke komputer, Windows akan menjalankan file autorun ini dan akan bekerja sesuai dengan informasi yang terkandung di dalamnya termasuk mengeksekusi program (setup, aplikasi, atau skrip), itu biasanya digunakan oleh "penyerang" untuk menyebarkan malware (virus seperti worm, trojan, dan sebagainya).

Apakah File autorun.inf Bisa di Hapus?

Ya, beberapa file autorun.inf tidak dapat dihapus hanya dengan menekan tombol Delete (Del) pada keyboard, biasanya file autorun.inf yang ditandai "di domplengi" oleh virus yang sengaja dibuat sebagai file tersembunyi dan sebagai sistem file, untuk menghapus file autorun.inf (sistem file) dapat dilakukan dengan cara berikut:


  • Cari Command Prompt (ketik “cmd” tanpa tanda kutip pada start menu)
  • Klik kanan lalu pilih Run as Administrator
  • Ketik “G:” tanpa tanda kutip lalu tekan Enter, (G: adalah partition letter untuk flashdisk atau hard disk Anda, sesuaikan dengan partisi target)
  • Ketik “attrib -h -s -r -a *.*” tanpa tanda kutip lalu tekan Enter.
  • Perintah tersebut di maksudkan untuk menghilangkan atribut (attrib) hidden (-h), system (-s), read only (-r), dan archive (-a) dari semua folder dan file dengan ekstensi apapun (*.*).
  • Jika prosesnya sudah selesai dan tidak ada kesalahan, maka seharusnya Anda dapat menghapus file autorun.inf dengan cara biasa.


Namun menghapus file autorun.inf tidak serta merta menghilangkan masalah “virus” pada komputer, ingat bahwa file autorun.inf hanya di gunakan sebagai trigger (pemicu) untuk mengeksekusi perangkat lunak berbahaya (malicious software, malware) yang biasanya berekstensi *.exe (bisa juga berekstensi *.vbs bahkan *.bat).

Cara menghilangkan virus autorun dari komputer atau flashdisk :

1. Cari file yang di eksekusi oleh file autorun.inf, lalu hapus file tersebut
File autorun.inf dapat di buka dan di edit (jika tidak beratribut read only) menggunakan aplikasi text editor seperti Notepad, cukup double – click file tersebut dan anda akan melihat beberapa baris kode yang kurang lebih seperti di bawah ini:

[autorun]
open = virus/trojan.exe
icon = setup.exe,1
icon = setup.ico
label = Driver VGA

Anggap saja bahwa baris kode di atas adalah isi dari file autorun.inf yang kita dapatkan dari Driver VGA CD / DVD, di CD / DVD ada file setup.exe (lihat baris ketiga) yang merupakan asli file dari penginstal VGA Driver, CD / DVD dimasukkan ke dalam komputer ODD, file pertama dalam file executable adalah trojan.exe di folder virus.

Dari contoh di atas Kami menganggap bahwa CD / DVD Driver VGA tidak asli, dalam arti isi (isinya) telah "dimanipulasi" atau di "sabotase" sehingga virus, oleh karena itu jika Anda menemukan file autorun.inf pada flashdisk atau pada salah satu partisi hard disk komputer Anda, pertama buka dan kemudian lihat apa yang ada di "terbuka" (lihat baris kedua dari contoh kode autorun di atas) oleh file autorun.inf, jika Anda berpikir file dalam "terbuka" mencurigakan (mengindikasikan malware) segera menghapus file.

Jika Anda kesulitan menghapus file virus, mungkin itu aktif, coba masuk ke safe mode / safe boot kemudian coba hapus kembali file virus, ketika Windows masuk ke safe mode / boot aman, aplikasi selain aplikasi inti operasi sistem tidak akan dijalankan termasuk file virus, oleh karena itu menghapus file virus akan sangat mungkin jika dalam safe mode / booting aman.

2. Install Antivirus, lalu update, kemudian full scan komputer berikut flashdisk yang bersangkutan
Antivirus akan selalu menjadi solusi terbaik untuk mengatasi virus, berikut adalah beberapa antivirus sangat mumpuni dalam menanggulangi berbagai ancaman virus:

  • AVG
  • Avira
  • BitDefender
  • Kaspersky
  • Avast
  • McAfee
  • Norton Security
  • ESET
  • Trend Micro
  • Panda Antivirus


Masih banyak lagi antivirus yang beredar, termasuk antivirus lokal yang dulu pernah atau bahkan sekarang pun masih populer di Indonesia, antara lain:

  • SmadAV
  • PCMAV
  • ANSAV
  • ARTAV

Tapi, jika Anda memiliki kemampuan untuk membeli lisensi antivirus komersial seperti AVG Internet Seciruty, akan jauh lebih baik dan optimal daripada menggunakan antivirus gratis (versi gratis), tetapi jika tidak menggunakan antivirus gratis seperti AVG Antivirus Gratis, jauh lebih baik daripada menggunakan antivirus " bajakan ".

Penggunaan aplikasi bajakan termasuk perangkat lunak antivirus hanya akan meningkatkan risiko virus komputer, menganggap bahwa antivirus adalah penjaga keamanan, apa yang terjadi jika penjaga keamanan itu ilegal (seperti aplikasi ilegal / bajakan)? tentu saja daripada menjaga keamanan bahkan penjaga keamanan yang menyebabkan masalah keamanan, aplikasi bajakan di "celah" atau "patch" biasanya menyebabkan lubang keamanan yang dapat disusupi oleh malware, spayware atau ancaman lainnya.

Yang tidak kalah penting dari penggunaan antivirus selain menghindari antivirus bajakan adalah, pembaruan antivirus secara berkala, antivirus memperbarui antivirus antivirus, antivirus memperbarui antivirus meningkatkan kemampuan antivirus dalam mengenali dan menanggulangi ancaman virus yang terus berkembang.

3. Backup data, format semua partisi, lalu install ulang Windows

Menghilangkan virus autorun sebenarnya cukup dengan antivirus, namun untuk Anda yang bermaksud sekalian “bersih – bersih” data dalam komputer, sebaiknya backup semua data yang ada pada setiap partisi ke media penyimpanan lain seperti hard disk drive eksternal, jangan di backup begitu saja, hindari untuk membackup file atau folder yang “mencurigakan” karena mungkin berisi virus. (Baca juga : Harddisk Eksternal Terbaik)

Setelah selesai membackup semua data penting dari tiap partisi, format semua partisi yang ada (kecuali partisi system, biasanya drive ‘C’), kemudian install ulang sistem operasi Windows, pastikan Anda memformat partisi system saat proses instalasi sistem operasi.

Setelah selesai menginstall sistem operasi (Windows) dan memformat semua partisi yang ada, instalkan antivirus lalu update, barulah pindahkan data yang di backup tadi ke partisi pada komputer, dengan demikain komputer setiap data yang di pindahkan (cut – paste) atau di salin (copy – paste) dari media backup (hdd eksternal) ke partisi komputer akan terpindai terlebih dahulu oleh antivirus.

4. Gunakan sistem operasi linux (free dan open source)
Saya tidak membenci Windows atau Mac atau sistem operasi komersil lain (karena linux juga ada yang komersil), dan Saya juga bukan aktivis penggagas perangkat lunak atau sistem operasi gratis (free) dan open source, namun jika kita faham mengenai bahaya dari penggunaan aplikasi bajakan sebagaimana telah sedikit kita singgung pada poin ke – 2 di atas, maka penggunaan sistem operasi bajakan pun akan sama bahayanya. 

Jika sistem operasi Windows yang Anda gunakan bukan bajakan (Anda memiliki lisensi resmi), maka hal tersebut akan sangat tidak masalah, malahan sangat bagus karena pihak Microsoft secara rutin menyediakan pembaruan untuk sistem operasi Windows (kecuali Windows XP dan Windows sebelumnya) termasuk pembaruan untuk keamanan.

Lain halnya jika Anda menggunakan Windows “bajakan”, potensi ancaman akan semakin besar atau bahkan semua kasus “virus” yang selama ini di alami oleh komputer Anda adalah karena sistem operasi Windows yang terinstall pada komputer Anda banyak celah keamanannya karena tidak menerima pembaruan dari Microsoft (Windows bajakan biasanya tidak dapat di update).

Jadi coba Anda pertimbangkan untuk menggunakan salah satu distro linux berikut:

  • Ubuntu (Lubuntu, Xubuntu, Kubuntu)
  • Linux Mint
  • ElementaryOS
  • Puppy Linux
  • Kali Linux

Dan masih banyak lagi distro linux sesuai kebutuhan Anda baik untuk administrasi jaringan (Kali Linux), untuk server (Ubuntu Server) dan lain sebagainya, Saya pikir tidak ada salahnya di coba, selain free dan open source, distro linux juga di kenal karena “kebal” terhadap serangan virus termasuk virus autorun.

Demikian pembahasan mengenai cara menghilangkan virus autorun, semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel