9 Cara Memperbaiki Laptop Yang Panas Berlebihan

9 Cara Memperbaiki Laptop Yang Panas Berlebihan
9 Cara Memperbaiki Laptop Yang Panas Berlebihan
Laptop adalah perangkat komputer portabel yang praktis dibawa kemana saja, dengan kinerjanya hampir sebanding dengan PC Desktop menjadikan laptop menjadi favorit di berbagai kalangan termasuk para Gamer dan Pengembang yang notabene membutuhkan perangkat komputer dengan "spesifikasi tinggi".

Namun konsekuensi dari bentuk tipis laptop adalah, fungsi pendinginan minimalisnya (kipas) di bagian dalam laptop, tidak banyak ruang yang tersedia di laptop untuk memasang kipas pendingin kecuali satu yang digunakan untuk mendinginkan prosesor.

Oleh karena itu, wajar jika laptop menjadi panas yang relatif cepat, karena komponen lain seperti hard disk drive, RAM dan bahkan motherboard tidak memiliki sistem pendingin (dalam hal ini kipas angin), hal ini tentunya beresiko menyebabkan kerusakan. komponen-komponen ini.
9 Cara Memperbaiki Laptop Yang Panas Berlebihan

Namun bukan berarti kita hanya cukup membiarkannya saja, karena laptop yang panas akan sangat mengganggu kinerja kita karena laptop biasanya akan lambat / lambat dan sering hang / tidak merespons ketika digunakan, untuk itu mari kita lihat bagaimana cara mengatasi panas berikut ini laptop cepat.

1. Atur jadwal penggunaan laptop

Laptop dapat menjadi cepat panas karena penggunaan terus menerus (tanpa henti) dan untuk waktu yang lama, oleh karena itu penting untuk mengatur jadwal penggunaan laptop, seperti laptop di tidur setiap empat jam penggunaan. Namun hati-hati, penggunaan mode tidur yang terlalu lama (termasuk mode hibernate) dapat menyebabkan beberapa masalah lain pada laptop, sebaiknya laptop dalam keadaan mati (turn-off) jika memungkinkan secara rutin.

2. Efisienkan penggunaan perangkat lunak

Laptop dapat lebih panas ketika digunakan untuk menjalankan perangkat lunak yang membutuhkan sumber daya memori yang besar, karena itu hindari menggunakan banyak perangkat lunak dalam satu waktu.

Gunakan hanya perangkat lunak yang diperlukan, seperti perangkat lunak pengolah kata, kemudian tutup semua perangkat lunak yang terbuka seperti pemutar musik, manajer unduhan, browser web (jika tidak diperlukan) dan perangkat lunak lainnya jika tidak diperlukan.

Penggunaan perangkat lunak yang efisien juga akan membuat penggunaan memori yang efisien sehingga (secara teoritis dan dapat diverifikasi) dapat mengatasi laptop yang cepat panas.

3. Gunakan perangkat lunak utility

Beberapa program utilitas menawarkan fitur untuk memantau perangkat keras termasuk suhu perangkat keras sampai fitur peringatan akan muncul ketika perangkat keras yang kelebihan panas terdeteksi.

Ini dengan bantuan perangkat utilitas, laptop akan tetap panas, tetapi dengan peringatan Anda dapat mengambil tindakan terbaik untuk mematikan (laptop turn-off / shutdown, sleep atau hibernate) atau tindakan lain untuk menurunkan suhu. dari laptop.

4. Bersihkan cooling pad (kipas pendingin) dari debu yang menempel

Mengoptimalkan pad pendingin pada laptop dapat memecahkan masalah laptop cepat yang cepat, tetapi hati-hati dalam membersihkannya, gunakan vacuum cleaner mini untuk menarik debu keluar, jangan gunakan alat blower (atau meniup) karena debu mungkin masuk lebih dalam ke berbagai komponen laptop.

5. Perhatikan alas laptop

Laptop bisa lebih panas bila digunakan di atas dasar penyerap panas seperti kasur, bantal, selimut, dan benda bertekstur lembut lainnya, gunakan alas yang solid, keras dan rata seperti buku tebal dan besar, papan dada (meja jalan) tripleks dan lainnya benda serupa.

6. Gunakan cooling pad eksternal

Penggunaan perangkat cooling pad eksternal, baik yang digunakan sebagai alas laptop (meniup angin ke bagian bawah laptop) atau yang digunakan sebagai pemegang ventilasi (membantu mengeluarkan panas dari laptop) sangat efektif untuk mengatasi laptop yang cepat panas. (Baca Juga: Penyebab Kerusakan Hard Disk)

Namun, beberapa orang berpikir penggunaan perangkat ini tidak baik untuk komputer, pertama karena cooling pad eksternal mengambil daya (kira-kira 5volts) dari satu port USB laptop untuk menghidupkan motor (dinamo) pada kipas, itu diduga menyebabkan port USB digunakan untuk kelebihan beban.

7. Periksa apakah ada komponen yang di-overclock

Komponen laptop jarang yang mendukung fiur overclock, tetapi itu tidak berarti itu tidak ada, periksa konfigurasi di BIOS jika ada komponen yang diatur di luar jam default, untuk aman, menerapkan pengaturan default atau konfigurasi yang direkomendasikan di BIOS.

8.Instal sistem operasi yang “ringan” (perhatikan system requirement)

Beberapa sistem operasi, terutama dari keluarga linux "terpercaya" dan sudah ada tes, membutuhkan sumber daya yang relatif kecil untuk beroperasi, sebut saja salah satu distro linux favorit saya, Lubuntu.

Lubuntu adalah "keturunan" dari distro Ubuntu, kecuali jika Ubuntu secara default menggunakan Lingkungan Desktop GNOME, Lubuntu menggunakan LXDE, nama Lubuntu awalnya berasal dari kombinasi "LXDE" dan "Ubuntu", tetapi di situs resminya. Lubuntu pengembang Lubuntu menyatakan Lubuntu sebagai "Ubuntu Ringan" (Ringan Ubuntu).

Jika Anda masih ragu untuk menggunakan salah satu distro linux (akrab dengan sistem operasi Windows), gunakan sistem operasi Windows yang relatif ringan, Windows 7 Starter atau Home Premium misalnya, atau Windows XP SP3 (jika perlu).

9. Instal perangkat lunak yang “ringan” (perhatikan system requirement)

Tidak kalah pentingnya dengan sistem operasi, perangkat lunak memainkan peran yang sangat besar dalam kinerja laptop, semakin besar sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan satu perangkat lunak, semakin cepat laptop itu panas.

Perhatikan persyaratan sistem sebelum menginstal, pastikan spesifikasi laptop Anda melebihi persyaratan sistem minimum dari perangkat lunak yang akan diinstal, misalnya perangkat lunak pengolah video membutuhkan memori minimum 1GB dan 2GB, maka jangan instal jika RAM di komputer Anda hanya 1GB -pasan).

Memang perangkat lunak dapat beroperasi secara normal pada laptop dengan RAM 1GB, tetapi laptop akan bekerja sangat keras untuk dapat mengoperasikannya karena RAM yang ada akan habis digunakan "hanya" untuk menjalankan perangkat lunak dan tentu saja itu akan menyebabkan suhu laptop naik dengan cepat. (Baca juga: Mengurangi Penyebab RAM, Kendali PC RAM Penyebab)

Jadi ulasan tentang cara menangani laptop yang cepat panas, khusus untuk menginstal ulang laptop dengan sistem operasi lain (poin 8), mohon pertimbangkan status garansi terutama garansi sistem operasi (jika ada) karena mungkin dapat membatalkan beberapa layanan garansi, semoga berhasil.