Komputer / Laptop Tiba Tiba Mati dan Tidak Bisa Hidup Lagi - Penyebab Dan solusinya

Penyebab komputer mati sendiri dan hidup lagi,pc tiba tiba mati total,komputer tiba tiba mati tapi cpu masih hidup,komputer mati mendadak,pc tiba tiba mati sendiri, komputer mati sendiri setelah beberapa menit,penyebab komputer mati sendiri saat booting,komputer mati hidup berulang ulang.Karena berbagai alasan, PC atau Laptop yang Anda gunakan mungkin tiba-tiba mati sendiri. Tentu saja itu cukup membuat panik, terutama jika itu tidak terjadi begitu saja. Misalnya, komputer terus berputar lagi ketika Anda menyalakannya lagi. Kepanikan akan meningkat jika Anda sedang dikejar tugas atau pekerjaan deadline.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berusaha tenang agar dapat berpikir jernih. Berikut ini akan menunjukkan beberapa penyebab yang dapat membuat komputer mati sendiri, sehingga Anda dapat melakukan pemecahan masalah untuk mengatasinya. Sebagai referensi tambahan Anda juga bisa membaca penyebab laptop mati mendadak.
Komputer Tiba Tiba Mati dan Tidak Bisa Hidup Lagi - Penyebab Dan solusinya

Penyebab Komputer Mati Sendiri dan Solusinya


Overheating
Komputer yang terlalu panas secara otomatis mematikan diri. Ini karena program pencegahan yang tertanam dalam komponen inti komputer, seperti prosesor misalnya. Prosesor akan mati sendiri jika terlalu panas, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada perangkat keras karena terlalu panas.

Panas berlebih atau keadaan di mana komputer terlalu panas, dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Debu yang menumpuk

Debu yang terakumulasi pada komponen di dalam komputer, seperti kipas, heatsink, motherboard, dan komponen lainnya serta koneksi kabel, akan menyebabkan aliran udara pendingin komputer terhambat. Jadi udara panas sulit untuk keluar dan berubah dengan udara yang tinggi, akibatnya udara panas menumpuk dan menyebabkan panas berlebih (baca juga: menyebabkan komputer tidak bisa boot).

Untuk mengatasi hal ini, Anda harus membuka casing PC atau laptop Anda dan membersihkan semua bagiannya dengan hati-hati. Debu biasanya menumpuk sebagian besar kipas / kipas prosesor, panas, dan lubang udara. Hati-hati saat melepas dan memasangkan casing dan komponen. Ingat posisinya, dan pasang kembali dengan tepat dan kuat (tidak kendur).

2. Kipas/ Fan Processor Rusak

Setelah membersihkan semua debu yang menempel pada komponen-kompenen di komputer, pasang kembali kipas / kipas prosesor. Coba nyalakan PC / laptop sebelum memasang casing kembali. Periksa apakah kipas berubah secara normal, atau melambat, atau bahkan tidak berputar (baca juga: cara mengatasi komputer tanpa sinyal).

Jika putaran kipas lambat, terutama jika tidak berputar sama sekali, itu berarti kipas Anda rusak. Untuk itu Anda harus mengganti atau memperbaiki kipas. Gunakan kipas yang sama untuk menggantikannya. Penggemar berbeda, selain memiliki daya yang berbeda juga tidak akan cocok dengan tempat / lokasi untuk dipasangkan di laptop Anda.

3.  Pasta Processor (Thermal Paste) Kering

Pasta Processor atau pasta termal adalah zat pasta yang dioleskan ke bagian atas prosesor; antara prosesor dan heatsink. Seperti namanya, thermal paste berfungsi untuk mengalirkan panas dari prosesor untuk segera pindah ke heatsink; yang kemudian langsung didinginkan oleh fan / fan processor sehingga prosesor tidak mengalami panas yang berlebihan.

Jika prosesor pasta kering, maka proses penyaluran panas dari prosesor ke heatsink tidak akan berjalan dengan cepat. Akibatnya prosesor yang dihasilkan panas tidak segera dibuang, sehingga panas tetap menumpuk pada procerssor hingga akhirnya terjadi overheating (baca juga: cara mengatasi windows boot manager).

Untuk mengatasi ini, Anda harus mengganti pasta termal. Gunakan thermal paste yang baik jangan pilih thermal paste abal-abal karena harganya murah, kecuali terpaksa sementara. Saat mengganti tempel juga lakukan dengan hati-hati, jangan biarkan pin prosesor tertekuk saat melepas dan memasangkan kembali prosesor. Oleskan thermal paste secara merata, dan tidak perlu terlalu kental.

4. Pekerjaan komputer terlalu berat

Komputer paksa bekerja terlalu berat, misalnya melakukan terlalu banyak multitasking program berat, atau menjalankan program berat seperti game CS selama berhari-hari tanpa henti. Komputer yang bekerja terlalu berat, akan memaksa prosesor dan bekerja ekstra kompenen, dapat menyebabkan panas berlebih. Apalagi jika berlangsung lama, tanpa henti. Komputer akan kepanasan.

Jika komputer Anda mengalami ini, Anda harus menjaga komputer mati untuk beberapa waktu (setidaknya 1-2 jam) sampai semua komponen menjadi dingin kembali. Jiga perlu membantu dengan pendinginan dengan menyimpannya di ruangan ber-AC atau memasang kipas. Setelah yakin semua komponen telah menjadi dingin, maka Anda menyalakan komputer Anda

Komponen Bermasalah

Komponen yang bermasalah / rusak akan menyebabkan sistem komputer tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satunya akan menyebabkan komputer mati sendiri. Berikut adalah beberapa masalah pada komponen perangkat keras komputer yang dapat menyebabkan komputer Anda mati sendiri:

1. Masalah Pada Power Supply / Adaptor

Power supply pada PC atau adaptor pada laptop adalah komponen yang membuat komputer mendapatkan kekuatan untuk bekerja. Jika catu daya / adaptor rusak, tantu catu daya komputer akan terputus. Akibatnya komputer tidak akan bisa bekerja atau mati (baca juga: fitur karakteristik adaptor yang rusak).

Kerusakan pada catu daya dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya lonjakan listrik, atau juga lonjakan listrik. Listrik dapat menyebabkan komponen dalam catu daya rusak, tidak hanya itu, konsleting listrik bahkan dapat merusak kendi komponen lainnya. Lonjakan daya yang tiba-tiba juga dapat merusak komponen dan melepas sekring pada adaptor. Jika sekering rusak, lebih baik, karena cukup mudah dan lebih murah untuk menggantikannya.

2. Masalah pada VGA

Masalah VGA juga akan menyebabkan komputer mati sendiri, biasanya sebelum mati PC / laptop akan mengalami bluescreen. Anda dapat mencatat tulisan di layar komputer dengan bluescreeen untuk mengetahui dengan pasti menyebabkan laptop mengalami bluescreen dan mati (baca juga: cara mengembalikan layar laptop secara terbalik).

Kerusakan VGA dapat disebabkan oleh VGA overheating atau usia VGA yang cukup tua, serta berbagai penyebab lainnya. Hampir semua VGA di laptop adalah on-board atau terpasang langsung ke mainboard, sehingga cukup sulit untuk menggantinya. Berbeda dengan rata-rata PC yang menyediakan VGA add-on, jadi cukup mudah untuk menggantinya. Hanya perlu memasang kartu VGA baru tanpa perlu menyolder solder. Anda juga bisa mencoba membersihkan debu pada pin VGA, karena debu yang menempel pada pin juga bisa menyebabkan aliran data tidak berjalan dengan baik.

3. Masalah pada hard drive

Hard drive adalah penyimpanan semua file program, termasuk file Sistem Operasi komputer. Oleh karena itu, jika hard drive bermasalah, aliran data di komputer tidak akan berjalan dengan baik. Program tidak bisa berjalan, hang dan kemudian mati sendiri, dan bahkan komputer tidak bisa masuk windows (baca juga: cara mengatasi laptop kosong).

Penyebab kerusakan pada hard drive bisa karena usia, harddisk pernah terpukul / jatuh, terkena virus, atau juga karena terlalu banyak atau terlalu penuh. Untuk mengatasi ini, Anda harus mengganti hard drive Anda. Cadangkan semua data Anda di penyimpanan data tambahan, seperti hard drive eksternal atau penyimpanan cloud untuk menjaga hard drive Anda menjadi terlalu penuh.

4. Masalah dengan RAM

Ram bermasalah atau rusak tetapi kerusakannya tidak terlalu parah, bisa saja berhenti bekerja menyebabkan komputer mati. Setelah restart komputer akan kembali normal. Tetapi Anda harus segera menggantinya. Karena jika sudah benar-benar rusak, Ram akan menyebabkan komputer tidak menampilkan apa pun di layar.

Selain rusak, debu yang menumpuk dan mencemari pin pada RAM juga dapat menyebabkan komputer mati, untuk mengatasinya Anda perlu membongkar casing komputer, dan membersihkan pin RAM menggunakan penghapus pensil. Pastikan Anda menginstal ulang dengan benar setelah membersihkannya (baca juga: cara mengatasi pemindai macet).

5. Masalah pada motherboard

Motherboard yang baik jarang rusak, tetapi masih bisa rusak. Misalnya, karena lonjakan daya, ritsleting, atau retakan di sirkuit yang menyebabkan sirkuit rusak. Jika motherboard mengalami masalah, maka semua komponen komputer tidak akan berfungsi dengan baik. Untuk memperbaiki motherboard cukup sulit, sebaiknya diserahkan kepada ahlinya (baca juga: cara mengatasi suara pc tidak terdengar).

6. Masalah Pada Prosesor

Prosesor adalah komponen inti, alias otak komputer. Jadi komputer tidak akan berfungsi jika prosesor bermasalah. Procerssor yang overhating misalnya, akan menyebabkan komputer mati secara langsung. Overhating biasanya terjadi karena pasta termal kering. Jika terlalu kering, komputer akan terus mati sendiri ketika dinyalakan, meskipun Anda hanya menyalakannya.

Untuk mengatasi masalah pada prosesor, pertama-tama cobalah untuk mengganti pasta termal. Jika tidak, cobalah mengganti prosesor. Periksa terlebih dahulu dengan menggunakan prosesor yang sama dari komputer lain, untuk melihat apakah benar prosesor Anda bermasalah

Program Mengalami Crash
Program yang macet juga dapat menyebabkan komputer Anda mati sendiri. Ini biasanya disebabkan oleh pemasangan driver yang tidak sesuai dengan perangkat keras dan OS yang digunakan. Untuk memperbaikinya, Anda harus menghapus instalasi program. Setelah itu Anda tinggal menginstal lagi, tetapi menggunakan driver yang sesuai dengan OS dan perangkat keras yang digunakan, dan pastikan drivernya adalah veris terbaru yang telah diperbarui sehingga mendukung komponen terbaru (baca juga: penyebab laptop mati total) .

Serangan virus
Virus yang menyerang komputer, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem komputer, sehingga komputer tidak dapat berjalan dengan baik dan akhirnya mati sendiri. Virus juga bisa membuat prosesor bekerja keras untuk membanjiri dan akhirnya overheating dan kemudian mati sendiri. Beberapa virus juga mengonsumsi daya yang cukup besar, sehingga penggunaan daya tersedot oleh virus (baca juga: karakteristik virus komputer yang terkena, cara menghapus virus malware).

Untuk mengatasinya Anda harus membasmi virus. Anda melakukan ini dengan memindai secara menyeluruh pada komputer menggunakan antivirus tepercaya, dan segera menghapusnya. Pemindaian harus dilakukan dalam keadaan mode simpan. Cara terakhir adalah menginstal ulang sistem operasi komputer Anda, dan segera lakukan pemindaian pada komputer untuk menghapus 'benih' virus yang tersisa di drive lain pada hard drive.

Listrik Tidak Stabil
Listrik yang tidak stabil juga dapat menyebabkan PC / Laptop mati sendiri. Ini karena daya yang diterima oleh komputer juga menjadi tidak stabil. Ketika daya yang diterima oleh komputer kurang, beberapa komponen tidak akan berfungsi dengan baik karena kurangnya daya, dan akhirnya komputer mati. Jika itu berlangsung lama, kekuatan yang tidak stabil ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen. Untuk mengatasinya, Anda harus menggunakan stabilizer (baca juga: cara menjaga agar komputer tidak lambat).

Beberapa artikel tentang penyebab komputer yang mati ini sendiri. Semoga artikel ini bisa memberi Anda informasi yang Anda butuhkan. Jika Anda memiliki pertanyaan, penambahan atau komentar yang membangun, silakan tinggalkan pesan, dan jangan lupa untuk membagikannya jika menurut Anda artikel ini bermanfaat. Selain itu Anda juga bisa membaca: cara mengatasi restart komputer itu sendiri).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel