Penyebab Dan Cara Memperbaiki CPU Mati Sendiri yang Perlu Diketahui

Penyebab Dan Cara Memperbaiki CPU Mati Sendiri yang Perlu Diketahui
Penyebab Dan Cara Memperbaiki CPU Mati Sendiri yang Perlu Diketahui
Pernah ga sih, Anda punya saat ketika menggunakan komputer, tiba-tiba komputer Anda mati CPU saja? Apalagi saat itu, Anda sedang mengerjakan tugas-tugas penting yang deadline koleksi sudah mepet? Ngeselin benarkah?

Mengapa sih CPU komputer Anda bisa mati sendiri? Lalu, bagaimana cara memperbaikinya? Tenang, dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh tentang masalah CPU mati ini sendiri. Dijamin, masalah Anda bisa terpecahkan jika Anda sudah mempraktikkan cara-cara yang akan kita bahas berikut ini.
Penyebab Dan Cara Memperbaiki CPU Mati Sendiri yang Perlu Diketahui

Sekarang kita akan membahas beberapa penyebab CPU mati sendiri dan bagaimana mengatasinya berdasarkan pengalaman mayoritas pengguna komputer. Cekidot:

1. CPU Terlalu Panas

Biasanya, penyebab komputer, terutama CPU, yang sendirinya mati karena suhu CPU terlalu panas. Suhu CPU bisa panas ketika Anda menjalankan terlalu banyak perangkat lunak yang membutuhkan spesifikasi tinggi, sementara CPU komputer Anda hanya mampu menjalankan perangkat lunak dengan spesifikasi menengah. Misalnya, memainkan game "berat" di komputer dengan kartu grafis standar atau kapasitas RAM yang kecil.

"Paksaan" semacam itu dapat menyebabkan fungsi CPU bekerja terlalu keras hingga penggunaan CPU mencapai 100%, yang akibatnya bahkan membuat CPU komputer Anda menjadi cepat panas. Dampak Penggunaan CPU 100% adalah kerusakan fungsi CPU komputer, yang menyebabkan CPU komputer Anda mati sendiri.

Nah, panas CPU dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut, termasuk:


  • Adanya Tumpukan Debu


Kehadiran debu yang menumpuk pada komponen di dalam komputer CPU, seperti kipas, heatsink, motherboard, dan koneksi kabel, akan menyebabkan aliran udara pendingin pada komputer CPU terhambat. Jadi udara panas sulit keluar dan berubah dengan udara dingin. Akibatnya, udara panas menumpuk dan menyebabkan panas berlebih.

Untuk mengatasi ini, Anda harus membuka casing CPU komputer Anda, untuk kemudian membersihkan semua bagiannya. Tumpukan debu biasanya ditemukan pada kipas atau kipas prosesor, heatsink, dan saluran udara outlet. Anda harus berhati-hati ketika melepaskan dan memasangkan casing dan komponen. Ingat posisinya sebelum dilepaskan, dan pasang kembali dengan benar dan pengikatannya kuat (tidak kendur). Setelah semua tumpukan debu yang menempel pada komponen dalam CPU komputer dibersihkan, pasang kembali semua komponen, terutama kipas prosesor, pada tempatnya. Coba nyalakan komputer Anda dengan kondisi casing yang belum diinstal ulang.


  • Kipas Prosesor Rusak

Jika Anda sudah melakukan pembersihan debu pada komponen CPU komputer Anda, coba periksa apakah putaran kipas prosesor berjalan normal, melambat, atau bahkan tidak berputar.

Jika putaran kipas lambat, terutama jika tidak berputar sama sekali, itu artinya kipas prosesor Anda bermasalah. Untuk memperbaikinya, Anda harus mengganti atau memperbaiki kipas. Caranya, gunakan kipas dengan spesifikasi serupa untuk menggantikannya. Penggemar dengan spesifikasi berbeda, selain memiliki daya yang berbeda ada juga kemungkinan tidak akan cocok untuk dipasangkan di komputer Anda.


  • Pasta Prosesor (Thermal Paste) Mengering

Huh, pasta prosesor? Itu spaghetti seperti pasta kayak bukan? Yang pasti tidak seperti pasta biasanya dan tidak bisa dimakan seperti spagheti hehehe. Pasta Processor atau pasta termal lainnya, pasta pasta berbentuk diterapkan ke bagian atas prosesor, lebih tepatnya antara prosesor dan heatsink. Thermal paste berfungsi untuk mengalirkan panas dari prosesor untuk segera berpindah ke heatsink, yang kemudian langsung didinginkan oleh kipas prosesor sehingga prosesor di dalam CPU tidak mengalami panas yang berlebihan.

Jika pasta prosesor kering, maka proses penyaluran panas dari prosesor ke heatsink tidak akan optimal. Akibatnya, panas yang dihasilkan oleh prosesor tidak langsung terbuang sia-sia. Sehingga panas tetap menumpuk pada prosesor hingga akhirnya terjadi overheating.

Untuk mengatasi ini, Anda harus mengganti pasta termal. Caranya, gunakan pasta termal yang baik. Jangan memilih pasta termal "Abal-abal" yang biasanya lebih murah, kecuali jika terpaksa sementara. Saat mengganti pasta, Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Jangan biarkan pin prosesor dibengkokkan saat Anda melepas atau memasangkan kembali prosesor. Oleskan pasta termal secara merata dan tidak perlu terlalu kental.

2. Komputer Bekerja Terlalu Berat

Seperti yang kita diskusikan pada poin pertama, komputer yang dipaksa bekerja terlalu keras dapat menjadi salah satu penyebab CPU mati sendiri. Misalnya, ketika komputer Anda melakukan multitasking perangkat lunak berat, atau menjalankan perangkat lunak berat selama berhari-hari tanpa akhir. Komputer yang bekerja terlalu berat, akan memaksa prosesor dan kompenen bekerja ekstra. Mati CPU saja bisa menjadi salah satu efek komputer tidak pernah mati.

Meskipun CPU Anda mungkin tidak terlalu panas, kadang-kadang ada beberapa produsen CPU komputer yang menanamkan fungsi mematikan CPU itu sendiri ketika sumber daya yang terkandung dalam CPU telah mencapai 100% untuk mencegah pemanasan CPU komputer Anda terlalu panas.

Jika komputer Anda mengalami ini, Anda harus terbiasa dengan komputer untuk sementara waktu (setidaknya satu hingga dua jam) sampai semua komponen di komputer Anda mendingin lagi. Jika perlu, Anda dapat menyimpan CPU komputer Anda di ruangan ber-AC atau memasang kipas. Setelah Anda yakin semua komponen CPU telah menjadi dingin, Anda dapat me-restart komputer Anda.

3. Adanya Komponen CPU yang Bermasalah
Adanya komponen CPU yang bermasalah dapat menyebabkan komputer tidak dapat berfungsi dengan baik. Salah satu konsekuensinya adalah CPU komputer mati dengan sendirinya. Berikut adalah beberapa masalah dengan komponen CPU komputer yang dapat menyebabkan komputer Anda mati:


  • Masalah Pada Power Supply

Power supply di komputer adalah komponen vital yang membuat komputer mendapatkan kekuatan untuk bekerja. Jika catu daya rusak, akibatnya catu daya komputer akan terputus. Akibatnya komputer tidak bisa bekerja atau mati sendiri tiba-tiba.

Kerusakan pada catu daya dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti terjadinya korsleting listrik, atau karena lonjakan listrik yang diterima oleh catu daya. Listrik dapat menyebabkan komponen dalam catu daya rusak, tidak hanya itu, ia bahkan dapat merambat ke komponen CPU lainnya. Sementara itu, lonjakan listrik yang tiba-tiba juga dapat merusak komponen dan memutuskan sekering pada catu daya.

Jika sekring pada catu daya putus, Anda tinggal menggantinya karena harganya murah sekering. Namun, jika catu daya komputer Anda selesai, maka Anda harus menggantinya dengan yang baru,


  • Masalah dengan Kartu Grafis

VGA atau kartu grafis yang bermasalah juga dapat menyebabkan CPU komputer mati sendiri. Biasanya sebelum mati sendiri, layar komputer akan menampilkan bluescreen. Anda dapat mencatat tulisan apa pun yang muncul di layar komputer untuk mengetahui dengan pasti penyebab komputer mengalami bluescreen dan mati sendiri.

Kerusakan kartu grafis dapat disebabkan karena kartu grafis terlalu panas atau juga karena kartu grafis lama sudah cukup tua. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengganti kartu grafis komputer Anda dengan yang baru dan sesuai dengan spesifikasi CPU komputer Anda. Anda juga dapat mencoba membersihkan debu pada pin kartu grafis, karena debu yang menempel pada pin juga dapat menyebabkan aliran data tidak berjalan optimal.


  • Masalah pada hard drive

Harddisk adalah penyimpanan semua file, termasuk file dari sistem operasi yang digunakan oleh komputer Anda. Oleh karena itu, jika harddisk bermasalah, maka aliran data di komputer tidak akan berjalan optimal. Akibatnya, perangkat lunak tidak bisa berjalan, hang, maka komputer Anda mati sendiri.

Penyebab kerusakan pada hard drive dapat disebabkan oleh penggunaan usia, hard disk pernah memukul atau jatuh, terkena virus, atau bisa karena terlalu banyak atau terlalu penuh. Untuk mengatasi ini, Anda harus mengganti hard drive di komputer Anda. Cadangkan semua data Anda di penyimpanan data tambahan, seperti hard drive eksternal atau drive cloud sehingga hard drive Anda tidak terlalu penuh.


  • Masalah dengan RAM

RAM bermasalah atau mengalami kerusakan kecil, bisa jadi RAM akan berhenti bekerja secara tiba-tiba dan menyebabkan CPU komputer Anda mati sendiri. Terkadang, masalah RAM inilah yang menyebabkan komputer sering hang. Setelah dinyalakan kembali, komputer akan kembali ke operasi normal. Tetapi Anda harus segera mengganti RAM.

Selain rusak, debu yang ditemukan pada pin RAM juga dapat menyebabkan CPU komputer mati. Untuk mengatasinya, Anda perlu membongkar casing CPU, dan membersihkan pin RAM menggunakan penghapus pensil. Setelah selesai, pastikan Anda menginstal ulang dengan benar.


  • Masalah dengan motherboard

Motherboard berkualitas baik jarang rusak. Namun, masih berpotensi rusak. Misalnya karena lonjakan listrik, ritsleting, atau retakan di sirkuit yang menyebabkan putusnya rangkaian pada motherboard. Jika motherboard mengalami masalah, maka semua komponen komputer tidak akan berfungsi dengan baik. Untuk memperbaiki dan memecahkan penyebab motherboard mati total, itu berat, biarkan aku hanya * eh serahkan saja pada ahlinya.

4. Software Mengalami Crash
Perangkat lunak yang macet dapat menyebabkan CPU komputer Anda mati sendiri. Ini karena pemasangan driver yang tidak sesuai dengan perangkat keras dan OS yang digunakan. Untuk memperbaiki ini, Anda harus menghapus driver atay perangkat lunak. Setelah itu Anda instal ulang dengan driver yang sesuai dengan OS dan perangkat keras yang digunakan. Selain itu, pastikan bahwa driver adalah driver terbaru yang diperbarui sehingga mendukung komponen terbaru.

5. Serangan virus

Virus yang menyerang komputer, dapat menimbulkan masalah pada sistem komputer, sehingga komputer tidak dapat berjalan dengan baik dan ujung-ujungnya mati sendiri. Serangan virus juga dapat membuat prosesor pada CPU komputer bekerja lebih keras sampai akhirnya terlalu panas dan mati saja. Beberapa virus juga dapat mengkonsumsi daya yang cukup besar untuk melakukan proses komputasi diam di komputer Anda, sehingga penggunaan daya listrik bahkan terhisap oleh aktivitas virus.

Untuk mengatasinya, Anda harus membasmi virus. Anda melakukan ini dengan memindai secara menyeluruh pada komputer menggunakan antivirus tepercaya, dan segera menghapusnya. Pemindaian harus dilakukan dalam "mode aman". Cara terakhir adalah menginstal ulang sistem operasi komputer Anda.

6. Listrik Yang Tidak Stabil

Catu daya yang tidak stabil juga dapat menyebabkan komputer, terutama CPU, mati sendiri. Ini karena listrik yang diterima oleh komputer menjadi tidak stabil. Ketika daya listrik yang diterima oleh komputer kurang, beberapa komponen tidak dapat berjalan secara optimal karena kurangnya daya, dan akhirnya komputer Anda juga mati dengan sendirinya. Jika masalah ini berlanjut untuk waktu yang lama, ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen di dalam CPU komputer Anda. Untuk mengatasinya, Anda harus menggunakan Stabilizer dan menghubungkan kabel pasokan komputer Anda ke stabilizer.

Begitu banyak diskusi kita tentang masalah CPU yang mati sendiri, mulai dari penyebab hingga cara mengatasinya. Semoga artikel kami kali ini bisa membantu Anda memecahkan masalah penyebab komputer mati sendirian.